BERITA TERKINI
BPOM Nyatakan Dukungan Pendampingan Ekspor Jamu ke AS, PPJAI Siapkan OHT Sesuai Standar FDA

BPOM Nyatakan Dukungan Pendampingan Ekspor Jamu ke AS, PPJAI Siapkan OHT Sesuai Standar FDA

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) untuk pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) sekaligus mendorong pembukaan akses ekspor jamu Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Langkah ini menegaskan upaya menempatkan jamu tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk kesehatan yang siap bersaing di pasar global.

Pernyataan dukungan itu disampaikan dalam audiensi resmi BPOM dengan delegasi PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan Pembina PPJAI Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum PPJAI Heri Susanto. Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari misi dagang PPJAI ke AS pada November 2025, yang antara lain menjajaki kerja sama dengan Amazon Fulfillment Center dan melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan apresiasi atas langkah PPJAI yang dinilai serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. Menurutnya, BPOM siap memberikan pendampingan teknis dalam pengembangan OHT hingga memenuhi persyaratan Food and Drug Administration (FDA) di AS.

“Pasar AS dikenal ketat dan selektif, terutama soal keamanan, mutu, dan bukti ilmiah. Dukungan BPOM bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi kunci percepatan transformasi jamu Indonesia dari pasar domestik ke global,” kata Taruna melalui keterangan resmi, Selasa (20/1/2026).

Dalam audiensi tersebut, PPJAI menyampaikan lima agenda strategis. Agenda itu mencakup pemaparan perkembangan organisasi sebagai wadah konsolidasi pelaku jamu alami, permintaan pendampingan teknis BPOM untuk pengembangan OHT, dorongan menjadikan Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu kambing, permohonan asistensi perizinan FDA, serta undangan kepada Kepala BPOM untuk menghadiri Musyawarah Nasional PPJAI mendatang.

Heri Susanto mengatakan agenda ekspor jamu ke AS telah disusun secara bertahap dan berbasis pengalaman langsung di pasar tujuan. Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment by Amazon dan berkoordinasi dengan KBRI Washington, PPJAI menempatkan pemenuhan ketentuan FDA sebagai fokus berikutnya.

“Upaya ini ditempuh dengan meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki nilai tambah dan daya saing global,” ujar Heri.

Senada, Mukit Hendrayatno menyebut sejumlah anggota PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good Manufacturing Practice. Ia menilai pendampingan BPOM dapat mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan membantu realisasi rencana ekspor perdana jamu ke AS.

“Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana ekspor perdana ke AS dapat segera terwujud,” kata Mukit.