BPJS Kesehatan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan Program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang selaras dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia. Di Kota Jayapura, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan promotif dan preventif bersama lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, dan pemerintah daerah.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, mengatakan Quick Wins menjadi bentuk komitmen BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi peserta didik dan petugas yang terlibat dalam program prioritas nasional. Ia menyebutkan terdapat delapan program prioritas dalam Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, termasuk dua subprogram pada klaster Collaborative Prioritas Presiden, yaitu Program P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Siswa Sehat Sekolah Rakyat.
“Program ini tidak hanya fokus pada pelayanan kesehatan kuratif, tetapi juga memperkuat aspek promotif dan preventif melalui skrining kesehatan serta pemantauan status gizi. Kami juga sangat mengedepankan kolaborasi lintas sektor agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Erika, Senin (18/05/2026).
Erika menambahkan, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekolah penerima MBG, sekolah rakyat, serta fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Jayapura.
Salah satu kegiatan yang telah berjalan adalah Program P-Care MBG berupa skrining riwayat kesehatan bagi petugas SPPG Abepura Vim. Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan memberikan edukasi mengenai manfaat Program JKN, mendorong pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN, serta melakukan skrining riwayat kesehatan sebagai langkah deteksi dini kondisi kesehatan petugas.
Kepala SPPG Abepura Vim, Leonardo Napitupulu, mengapresiasi sosialisasi JKN, registrasi Mobile JKN, dan skrining kesehatan yang diberikan kepada timnya. Menurut dia, kegiatan tersebut membantu petugas memahami pentingnya menjaga kondisi kesehatan dalam mendukung pelaksanaan Program MBG.
“Kami menyambut baik kolaborasi bersama BPJS Kesehatan Cabang Jayapura. Selain memberikan edukasi terkait Program JKN dan pemanfaatan Mobile JKN, kegiatan skrining kesehatan ini juga menjadi bentuk perhatian terhadap kesehatan para petugas SPPG yang setiap hari terlibat langsung dalam pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat,” kata Leonardo.
Program P-Care MBG juga mencakup pemantauan status gizi siswa penerima MBG yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Swasta Al Ihsan Jayapura. Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi BPJS Kesehatan Cabang Jayapura dengan Puskesmas Kotaraja yang menghadirkan tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk memeriksa status gizi siswa.
Erika menegaskan BPJS Kesehatan akan terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan. “Melalui Program Quick Wins ini, kami ingin memastikan bahwa upaya promotif dan preventif dapat semakin dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah dan komunitas penerima manfaat program pemerintah. Kami percaya bahwa kolaborasi bersama fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Pejabat Sementara Kepala Sekolah SD Al-Ihsan, Marham, menyampaikan apresiasi karena kegiatan tersebut dinilai membantu sekolah memantau kondisi kesehatan peserta didik sejak dini. “Kami menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Puskesmas Kotaraja atas perhatian yang diberikan kepada siswa kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis,” kata Marham.
Kepala Puskesmas Kotaraja, dr. Hety Kharnilasary, menyatakan dukungan terhadap program kolaboratif tersebut. Ia menilai pemantauan status gizi merupakan langkah penting untuk mencegah stunting dan gangguan kesehatan lainnya pada anak usia sekolah. “Kegiatan ini merupakan bentuk upaya preventif yang sangat baik karena kesehatan anak perlu dipantau secara berkala. Dengan adanya pemeriksaan tinggi badan dan berat badan, kita dapat mengetahui kondisi gizi siswa lebih dini,” jelasnya.
Selain itu, Program Siswa Sehat Sekolah Rakyat dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas 29 Jayapura. Dalam kegiatan ini, BPJS Kesehatan Cabang Jayapura berkolaborasi dengan Puskesmas Abepura untuk melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan status kesehatan, serta skrining riwayat kesehatan kepada siswa, guru, dan ibu asuh.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 29 Jayapura, Yanel Berotabui, menyebut kegiatan tersebut memberi edukasi penting agar siswa semakin sadar menjaga kesehatan sejak usia sekolah. “Anak-anak mendapatkan pemahaman langsung tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat serta mengetahui kondisi kesehatannya masing-masing. Ini sangat membantu sekolah dalam membangun budaya hidup sehat,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Abepura, dr. Grace J Pangendahen, juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Program seperti ini sangat baik karena melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan BPJS Kesehatan secara bersama-sama. Pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan,” tutupnya.

