Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur memperkuat edukasi gizi melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Program ini menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) Kampung Keluarga Berencana (KB) dan DASHAT, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pola konsumsi sehat guna mencegah stunting.
Ketua Tim Kerja Perencanaan Keuangan Perwakilan BKKBN Kaltim, Bagus Kurniawan, mengatakan operasional DASHAT tahun 2026 dirancang melalui tiga menu utama kegiatan. “Ketiga menu itu meliputi pelatihan dan edukasi gizi, pendampingan pola konsumsi keluarga berisiko stunting, serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan DASHAT,” kata Bagus, Selasa (12/5/2026).
Bagus menjelaskan, pelaksanaan kegiatan dilakukan bertahap dari tingkat kabupaten hingga desa. Pertemuan pertama dilaksanakan di tingkat kabupaten dengan melibatkan penyuluh KB dan kader DASHAT untuk menyamakan persepsi dalam penanganan stunting.
Selanjutnya, pertemuan kedua hingga keenam dilakukan oleh masing-masing kader DASHAT kepada minimal 10 keluarga yang berisiko stunting. Skema ini diarahkan agar pendampingan dan edukasi dapat menjangkau keluarga sasaran secara lebih langsung.
Adapun materi edukasi mencakup praktik memasak, pengelolaan bahan makanan, pola pengasuhan anak, hingga edukasi perubahan perilaku kesehatan. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, program diharapkan dapat meningkatkan keterampilan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan sehat dan bergizi.
Selain kader DASHAT, pelaksanaan kegiatan juga melibatkan tenaga kesehatan, ahli gizi puskesmas, Tim Pendamping Keluarga, serta penyuluh KB. Menurut Bagus, dukungan lintas sektor diperlukan agar intervensi stunting dapat berjalan efektif di lapangan.
Ia menambahkan, pembiayaan program mencakup kebutuhan fasilitator, konsumsi, transportasi, bahan praktik memasak, serta administrasi kegiatan.

