BERITA TERKINI
BGN Persilakan Siswa Ajukan Usulan Menu Program Makan Bergizi Gratis lewat SPPG

BGN Persilakan Siswa Ajukan Usulan Menu Program Makan Bergizi Gratis lewat SPPG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dapat menyampaikan usulan menu makanan sesuai selera melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari evaluasi dan upaya peningkatan kualitas program MBG yang telah menjangkau jutaan penerima manfaat.

Dadan mengatakan aspirasi siswa mengenai menu akan ditampung oleh SPPG sebagai pihak yang menyalurkan MBG. Ia menambahkan, SPPG nantinya diminta untuk menanyakan langsung preferensi makanan kepada siswa agar menu yang disajikan lebih sesuai dengan kebutuhan dan selera penerima manfaat.

“Nanti ditampung oleh SPPG yang menyalurkan. Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan dan pihak SPPG nanti wajib bertanya, menurut apa yang mereka inginkan,” kata Dadan usai meresmikan SPPG di Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menurut Dadan, evaluasi menu MBG akan dilakukan secara berkala. Evaluasi tidak hanya mencakup jenis lauk dan makanan pendamping, tetapi juga tekstur nasi yang disajikan kepada siswa.

“Memang nanti kita cek berapa orang yang tidak suka nasi, itu akan diganti dengan menu yang lain,” ujarnya.

Selain evaluasi menu, SPPG juga akan mendata tanggapan siswa terkait kualitas makanan yang diterima setiap hari. Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengetahui jenis makanan maupun kualitas penyajian yang paling disukai siswa.

“Nanti SPPG yang menampung aspirasi anak, apa yang mungkin dicek, berapa orang yang nasinya lembek, berapa orang yang nasinya keras,” kata Dadan.

BGN juga berencana memetakan kecenderungan selera siswa terhadap jenis beras yang digunakan dalam program MBG. Pemetaan ini ditujukan agar SPPG dapat menentukan jenis beras yang paling sesuai bagi penerima manfaat di masing-masing wilayah.

“Berapa persen anak yang suka beras pera, biar pihak SPPG nanti tahu,” ujarnya.

Dadan menyebut antusiasme siswa terhadap program MBG sejauh ini cukup tinggi. Ia mengatakan program tersebut mulai mendorong perubahan pola makan anak, termasuk meningkatkan minat mengonsumsi sayuran.

“Bahkan, ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur, saya kira ini tren yang bagus,” katanya.

Dadan menambahkan, saat ini terdapat 28.390 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dan telah melayani sekitar 62 juta penerima manfaat program MBG. Peresmian SPPG di Citaringgul disebut menjadi bagian dari penguatan layanan distribusi makanan bergizi di daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan SPPG di Citaringgul dan SPPG ke-14 yang ada di Kecamatan Babakan Madang,” kata Dadan.

Dalam kunjungan tersebut, Dadan juga meninjau proses distribusi makanan dari SPPG menuju sekolah penerima program MBG. Ia menyebut pengiriman makanan sementara dilakukan menggunakan kendaraan hingga titik tertentu sebelum dilanjutkan memakai gerobak karena jarak distribusi relatif dekat dengan sekolah tujuan.