BERITA TERKINI
BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG Diduga Tak Layak, Sebut Lokasi dan Kondisi Makanan Tak Sesuai Narasi

BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG Diduga Tak Layak, Sebut Lokasi dan Kondisi Makanan Tak Sesuai Narasi

Sebuah video yang menampilkan menu makan bergizi gratis (MBG) dengan kondisi dinilai tidak layak konsumsi viral di media sosial dan memicu kekhawatiran orang tua siswa. Dalam video tersebut, seorang warganet mengaku kecewa dengan menu yang diterima anaknya, termasuk buah kecapi serta lalapan dan tomat yang disebut sudah busuk.

Unggahan itu menyebut menu MBG berasal dari SD Neglasari, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Ketua Tim Investigasi BGN, Karimah Muhammad, mengatakan hasil klarifikasi dan investigasi memastikan lokasi dalam video keliru. Menurut BGN, penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, Kecamatan Gunung Sindur, bukan di SD Neglasari.

“Hasil investigasi kami memastikan bahwa lokasi yang disebutkan dalam video tidak sesuai fakta. Penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, bukan di SD Neglasari,” kata Karimah di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

BGN juga menegaskan tampilan menu dalam video tidak merepresentasikan kondisi makanan saat dibagikan kepada siswa. BGN menyebut makanan tersebut sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat sebelum direkam.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Rama Ramadhan, menyatakan menu MBG saat pembagian telah disajikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN, termasuk penggunaan food tray resmi.

“Menu MBG disajikan menggunakan food tray resmi sesuai SOP BGN, dengan komposisi dan porsi yang layak. Video yang beredar tidak menggambarkan kondisi menu MBG yang sebenarnya,” ujar Rama.

Rama menambahkan, kondisi lalapan dalam video yang terlihat tidak layak terjadi karena makanan sudah melewati batas waktu konsumsi yang direkomendasikan. Ia menyebut menu tersebut sudah dibawa pulang sehingga wadahnya bukan lagi wadah MBG.

BGN juga menanggapi narasi yang menyebut menu MBG hanya berisi nasi, gorengan tahu, buah, dan lalapan. Menurut Karimah, lauk utama berupa ayam sebenarnya sudah dikonsumsi terlebih dahulu oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam, dan hal itu disebut terdengar dalam rekaman suara pada video.

“Ayam dalam menu MBG tersebut telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Hal ini bahkan terdengar jelas dalam rekaman suara pada video. Karena itu, narasi yang hanya menyebutkan buah dan lalapan tidak menggambarkan menu MBG secara utuh,” kata Karimah.