BERITA TERKINI
BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Gunung Sindur: Lokasi Keliru dan Rekaman Tidak Mewakili Kondisi Saat Pembagian

BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Gunung Sindur: Lokasi Keliru dan Rekaman Tidak Mewakili Kondisi Saat Pembagian

Sebuah video yang viral di media sosial menampilkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan narasi porsi tidak sesuai standar. Unggahan tersebut memicu perhatian publik, terutama di kalangan orang tua siswa. Dalam narasi video, menu MBG itu disebut berasal dari SD Neglasari, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah melakukan klarifikasi dan investigasi. BGN memastikan informasi dalam video itu tidak sesuai fakta, khususnya terkait lokasi kejadian.

Ketua Tim Investigasi BGN, Karimah Muhammad, mengatakan video yang beredar bukan berasal dari SD Neglasari, melainkan terjadi di SDN Pengasinan 2, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Menurutnya, kesalahan penyebutan lokasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Hasil investigasi kami memastikan bahwa lokasi yang disebutkan dalam video tidak sesuai fakta. Penyaluran menu MBG yang dimaksud berlangsung di SDN Pengasinan 2, bukan di SD Neglasari,” ujar Karimah Muhammad di Jakarta, Selasa (20/1).

Selain itu, BGN juga menyatakan tampilan menu dalam video tidak merepresentasikan kondisi saat MBG dibagikan kepada siswa. BGN menjelaskan, menu yang direkam diketahui sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sindur, Rama Ramadhan, mengatakan menu MBG pada saat pembagian telah disajikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN, termasuk penggunaan wadah yang ditetapkan.

“Menu MBG disajikan menggunakan food tray resmi sesuai SOP BGN, dengan komposisi dan porsi yang layak. Video yang beredar tidak menggambarkan kondisi menu MBG yang sebenarnya,” ujar Rama Ramadhan.

Rama menambahkan, kondisi lalapan dalam video yang terlihat tidak layak terjadi karena makanan tersebut sudah dibawa pulang dan melewati batas waktu konsumsi yang direkomendasikan.

“Menu tersebut sudah dibawa pulang oleh penerima manfaat, sehingga wadahnya bukan lagi ompreng MBG. Lalapan terlihat rusak karena sudah melewati batas best before,” jelas Rama.

Terkait narasi yang menyebutkan menu MBG tidak lengkap, Karimah menyampaikan bahwa lauk utama berupa ayam telah dikonsumsi terlebih dahulu oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Ia menyebut hal itu juga terdengar dalam rekaman suara pada video.

“Ayam dalam menu MBG tersebut telah dikonsumsi oleh anak penerima manfaat sebelum video direkam. Hal ini bahkan terdengar jelas dalam rekaman suara pada video. Karena itu, narasi yang hanya menyebutkan buah dan lalapan tidak menggambarkan menu MBG secara utuh,” tutup Karimah.