Usaha kuliner “Nasi Uduk NTT” yang digagas anak muda di Kota Kupang menunjukkan bagaimana ide sederhana dapat berkembang menjadi peluang bisnis. Berawal dari obrolan santai, usaha ini perlahan mulai dikenal masyarakat.
Pemilik Nasi Uduk NTT, Juna, mengatakan gagasan membuka usaha tersebut muncul secara tidak terduga. Ia menyebut ide itu awalnya hanya muncul dari percakapan biasa. “Awalnya dari bincang-bincang biasa, dari bercanda, tapi akhirnya jadi kenyataan,” ujarnya pada Kamis, 23 April 2026, dalam dialog Santai Siang Pro 2 RRI Kupang.
Juna bersama rekannya, Brian, kemudian memilih nasi uduk sebagai produk utama setelah melihat peluang pasar yang dinilai masih minim di Kota Kupang. Keduanya juga ingin menghadirkan cita rasa khas dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Brian menjelaskan, strategi awal yang mereka lakukan adalah memanfaatkan media sosial serta ikut berjualan pada momen tertentu, seperti pasar Ramadan. “Kami ingin buat makanan yang rasanya khas, tapi tetap murah supaya semua bisa jangkau,” katanya.
Dalam perjalanannya, mereka menghadapi tantangan yang datang dari diri sendiri, terutama terkait konsistensi dan disiplin waktu. Untuk menjaga kualitas produk, mereka harus memulai aktivitas sejak pagi hari guna menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.

