Kabupaten Berau menggelar festival kuliner pangan lokal selama tujuh hari sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penggalakan pola makan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di masyarakat.
Dalam festival tersebut, pangan lokal seperti ubi, jagung, dan sagu mendapat perhatian utama. Pangan-pangan ini dinilai penting untuk mendukung pemenuhan gizi, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber pangan setempat.
Selain aspek ketahanan pangan, penguatan konsumsi pangan lokal dan penerapan pola makan B2SA juga dikaitkan dengan upaya mendukung penurunan angka stunting. Melalui kegiatan ini, Berau mendorong masyarakat untuk lebih mengenal, mengolah, dan mengonsumsi pangan lokal sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.

