Bank Mandiri menyatakan komitmennya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai program strategis pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, mengatakan penguatan ekonomi kerakyatan merupakan bagian dari mandat Bank Mandiri sebagai agen pembangunan. Menurut dia, dukungan yang komprehensif dan terukur diharapkan dapat menghadirkan dampak nyata yang langsung dirasakan pelaku usaha serta perekonomian masyarakat.
Riduan menegaskan UMKM menjadi pilar utama dalam menopang ekonomi kerakyatan. Karena itu, Bank Mandiri mengintegrasikan pembiayaan inklusif, pendampingan usaha, dan penguatan ekosistem sebagai satu kesatuan pendekatan untuk memperluas kapasitas usaha pelaku UMKM.
Untuk memastikan manfaat pembangunan ekonomi dirasakan merata hingga tingkat lokal, Bank Mandiri juga menginisiasi dan berkolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat desa. Salah satunya melalui penguatan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).
Langkah tersebut diintegrasikan dengan pelaksanaan program strategis nasional, termasuk penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Program Makan Bergizi Gratis.
Bank Mandiri mencatat telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDES dan BUMDESMA, mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis. Dukungan itu ditujukan untuk membantu kelancaran transaksi, tata kelola keuangan, dan keberlanjutan program di tingkat desa.
Di sisi pembiayaan, Bank Mandiri terus memperluas akses kredit bagi segmen UMKM sebagai upaya mendorong inklusivitas keuangan. Sejak Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri mencapai Rp74,9 triliun.
Kinerja tersebut ditopang strategi jemput bola untuk menjangkau masyarakat lebih luas, salah satunya melalui optimalisasi kehadiran Mandiri Agen. Layanan Laku Pandai yang didukung Aplikasi Mandiri Agen dan EDC Mini ATM disebut telah melayani lebih dari 3,5 juta nasabah dengan total 65 juta transaksi hingga Desember 2025.
Selain itu, Bank Mandiri juga mengoptimalkan layanan finansial terintegrasi Livin’ Merchant untuk menangkap potensi transaksi pelaku UMKM. Aplikasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS) ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.
Riduan menyatakan Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan agar pembangunan dan pemberdayaan desa berjalan konsisten, terukur, unggul, dan berkelanjutan. Ia menambahkan, melalui sinergi terintegrasi dan penguatan ekosistem, Bank Mandiri menargetkan kapasitas UMKM semakin berkembang dan berdaya saing sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.

