BERITA TERKINI
Bank Mandiri Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Kerakyatan dan UMKM, Kredit Tembus Rp74,9 Triliun

Bank Mandiri Perkuat Dukungan untuk Ekonomi Kerakyatan dan UMKM, Kredit Tembus Rp74,9 Triliun

Jakarta – Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai BUMN sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan dan kemandirian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen ini dijalankan melalui keterlibatan dalam berbagai program strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan.

Dukungan Bank Mandiri dilakukan melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pembiayaan, pendampingan usaha, hingga pengembangan ekosistem keuangan agar UMKM dapat tumbuh lebih produktif dan berdaya saing.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan penguatan ekonomi kerakyatan merupakan bagian dari mandat perseroan sebagai agen pembangunan. Menurut dia, UMKM menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan sehingga diperlukan integrasi pembiayaan inklusif, pendampingan usaha, dan penguatan ekosistem untuk memperluas kapasitas usaha pelaku UMKM.

Untuk memastikan manfaat pembangunan ekonomi dirasakan hingga tingkat lokal, Bank Mandiri menginisiasi dan berkolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat desa, antara lain melalui penguatan kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).

Langkah tersebut juga diintegrasikan dengan pelaksanaan program strategis nasional, termasuk penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Program Makan Bergizi Gratis. Hingga saat ini, Bank Mandiri telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan BUMDES dan BUMDESMA, mengelola lebih dari 4.700 rekening KDKMP, serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis untuk mendukung kelancaran transaksi, tata kelola keuangan, dan keberlanjutan program di tingkat desa.

Selain itu, Bank Mandiri menjalankan program Mandiri Sahabat Desa yang ditujukan untuk mendorong kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa melalui penguatan ekonomi, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan keterampilan. Program ini telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat di ratusan desa.

Implementasi Mandiri Sahabat Desa mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan infrastruktur desa. Total penerima manfaat yang dicatat antara lain 800 orang pada program pemberdayaan masyarakat desa, 500 penerima manfaat penanggulangan stunting, 350 penerima manfaat peningkatan sarana desa tertinggal, serta 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.

Di sisi pembiayaan, Bank Mandiri terus memperluas akses kredit untuk segmen UMKM guna mendorong inklusivitas keuangan. Sepanjang Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri mencapai Rp74,9 triliun.

Pencapaian ini didukung strategi jemput bola untuk menjangkau masyarakat lebih luas melalui optimalisasi Mandiri Agen. Layanan Laku Pandai yang didukung Aplikasi Mandiri Agen dan EDC Mini ATM tersebut telah melayani lebih dari 3,5 juta nasabah dengan total 65 juta transaksi hingga Desember 2025.

Untuk menangkap potensi transaksi pelaku UMKM, Bank Mandiri juga mengoptimalkan Livin’ Merchant, layanan finansial terintegrasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS). Aplikasi ini tercatat telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.

Penguatan UMKM turut dilakukan melalui program pembinaan berkelanjutan Rumah BUMN. Melalui program ini, Bank Mandiri mendorong modernisasi, digitalisasi, perluasan akses marketplace, hingga pembukaan peluang pasar luar negeri. Hingga kini, Rumah BUMN disebut telah membantu lebih dari 7.900 pelaku UMKM meningkatkan skala usahanya.

Bank Mandiri juga mendorong peningkatan daya saing melalui Mandiri Mikro Fest (MMF) dan Program UMKM Melangkah Menuju Pasar Global yang diikuti total 561 pelaku usaha. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat kapasitas dan kemampuan ekspor UMKM agar dapat bersaing di pasar internasional.

Komposisi peserta program didominasi sektor Food & Beverage sebesar 55% dan Fashion & Craft sebesar 38%, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa yang terus bertumbuh. Riduan menyatakan Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan agar pembangunan dan pemberdayaan desa berjalan konsisten, terukur, unggul, dan berkelanjutan.