BERITA TERKINI
Bangkit dari Gagal Kelola Arus Kas, Zaim Fatawi Bangun Brand Kuliner Khas Blitar

Bangkit dari Gagal Kelola Arus Kas, Zaim Fatawi Bangun Brand Kuliner Khas Blitar

Blitar—Kegagalan dalam berusaha tidak selalu menjadi garis akhir. Pengusaha kuliner Zaim Fatawi membuktikan hal itu setelah sempat jatuh akibat kesalahan mengelola arus kas (cash flow), lalu bangkit dengan strategi baru hingga berhasil membangun brand kuliner khas Blitar yang kini dikenal luas.

Kisah Zaim dibagikan melalui kanal YouTube Pecah Telur. Ia menceritakan fase sulit ketika usaha pertamanya terhenti karena salah urus keuangan. Hutang menumpuk dan kepercayaan pelanggan ikut menurun. Pada masa itu, Zaim sempat diliputi keraguan, termasuk mempertanyakan keputusannya meninggalkan pekerjaan yang sebelumnya lebih mapan.

Alih-alih berhenti, Zaim memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran. Ia melakukan riset sederhana dengan mengamati tren kuliner lokal. Dari pengamatan itu, ia menemukan bahwa masyarakat Blitar menyukai lalapan dan sambal bawang. Dua menu tersebut kemudian ia jadikan konsep utama untuk usaha barunya.

Dengan modal terbatas, Zaim memulai kembali dari warung kecil. Ia menempatkan rasa dan kualitas sebagai fokus utama. Sambal bawang pedas dengan cita rasa autentik menjadi andalan, dipadukan dengan lalapan segar yang disajikan secara sederhana.

Seiring waktu, usahanya mulai dikenal. Pelanggan datang bukan hanya dari dalam kota, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Tulungagung. Brand Sambel Cobek Mbok Jilah pun kian melekat di kalangan masyarakat.

Perkembangan itu, menurut cerita Zaim, tidak terjadi secara instan. Ia menjalani banyak pekerjaan sendiri, mulai dari berbelanja bahan, meracik bumbu, hingga melayani pelanggan secara langsung demi menjaga mutu dan kepuasan pembeli.

Kini, Sambel Cobek Mbok Jilah telah memiliki empat cabang. Zaim menilai, riset sederhana dan pemahaman terhadap selera lokal menjadi salah satu kunci untuk membangun usaha yang berkelanjutan.

Meski usahanya berkembang, Zaim mengaku tidak melupakan periode sulit yang pernah ia alami. Ia kerap membagikan pengalaman kepada anak muda agar tidak mengulangi kesalahan serupa. Menurutnya, pengelolaan arus kas merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan bisnis.

Selain mengembangkan Sambel Cobek Mbok Jilah, Zaim juga merambah usaha lain, salah satunya Bakso Tetelan Cak Tam. Langkah ini memperkuat posisinya sebagai pengusaha kuliner lokal yang terus mencari peluang.

Kisah Zaim menjadi pengingat bahwa proses membangun usaha sering kali diwarnai jatuh bangun. Namun, kesempatan untuk memulai kembali tetap terbuka bagi mereka yang mau belajar dari kegagalan dan berani mencoba lagi.