BERITA TERKINI
Bandung Jadi Pembuka Roadshow “F&B Mentoring Day” ESB di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Bandung Jadi Pembuka Roadshow “F&B Mentoring Day” ESB di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat industri kuliner di Indonesia. Di tengah ancaman perlambatan ekonomi global pada 2026 serta kenaikan biaya bahan baku yang menekan banyak bisnis makanan dan minuman (F&B) di Asia Tenggara, kota ini menjadi titik awal gerakan transformasi digital yang dibawa ESB (PT Esensi Solusi Buana).

ESB, yang disebut sebagai perusahaan teknologi F&B terintegrasi terbesar di Indonesia, resmi membuka roadshow nasional bertajuk “F&B Mentoring Day” di Bandung pada 6–7 Mei 2026. Pembukaan roadshow ini sekaligus menyoroti besarnya potensi industri kuliner Bandung yang selama ini dikenal kreatif, adaptif, dan terus berkembang.

Pemilihan Bandung didasarkan pada kekuatan ekosistem kuliner setempat. Mengacu pada Open Data Jawa Barat, tercatat terdapat 187.355 unit UMKM kuliner aktif di Kota Bandung. Jumlah tersebut menempatkan Bandung sebagai salah satu pilar utama ekosistem kuliner di Jawa Barat.

Dari sisi kinerja ekonomi, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Jawa Barat tumbuh 9% secara tahunan dengan nilai mencapai Rp86,66 triliun. Perputaran ekonomi tersebut membuat Bandung dipandang sebagai pasar strategis bagi industri kuliner nasional.

Namun, tekanan ekonomi global turut memperberat tantangan pelaku usaha kuliner. Kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional terjadi saat konsumen menuntut layanan yang semakin cepat dan praktis. Kondisi ini mendorong kebutuhan terhadap efisiensi operasional dan pengambilan keputusan yang lebih terukur.

Dalam konteks tersebut, ESB menawarkan pendekatan berbasis teknologi dan data untuk membantu bisnis kuliner bertahan sekaligus berkembang. Co-Founder dan CEO ESB, Gunawan, menyatakan bahwa era bisnis F&B saat ini tidak lagi cukup mengandalkan intuisi semata. Menurutnya, efisiensi dan kemampuan membaca data menjadi kunci utama untuk menjaga profit bisnis.