BERITA TERKINI
Bakso Bakar Bang Brewok di Pekanbaru: Dari Tenda Bazar hingga Omzet Rp25 Juta per Bulan

Bakso Bakar Bang Brewok di Pekanbaru: Dari Tenda Bazar hingga Omzet Rp25 Juta per Bulan

Deretan stan kuliner meramaikan kawasan depan Stadion Gelanggang Remaja, Pekanbaru, saat BRI Regional Office 2 Pekanbaru menggelar bazar bersamaan dengan konser grup musik Letto di dalam stadion. Di antara sajian yang tampak sederhana—panci berisi bakso dan tahu, kuah kacang, hingga jajanan kekinian—sejumlah pelaku usaha memanfaatkan keramaian untuk menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan.

Salah satu stan dikelola Faizal Tanjung Brani Lubis, pemilik usaha Bakso Bakar Bang Brewok. Ia dikenal dengan sebutan Ical. Nama “Bang Brewok” dipilih karena janggut lebat yang menjadi ciri khasnya, sekaligus agar lebih mudah dikenali pembeli.

Ical menjalankan usaha kuliner ini bersama istrinya. Ia berjualan setiap hari di Jalan Taman Sari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukitraya. Menu yang ditawarkan antara lain bakso bakar, siomai, bakso gila, serta berbagai makanan kekinian.

Usaha tersebut dirintis sejak awal 2025. Ical menyebut dirinya yang menggagas menu “bakso gila”. Ia juga membuat pembeda pada bakso bakar yang dijualnya. Jika bakso bakar umumnya dilumuri saus sambal dan kecap, ia menambahkan lumuran kuah kacang pedas.

Menurut Ical, potensi keuntungan dari usaha bakso bakar membuatnya menekuni bisnis ini dengan lebih serius. Dalam sehari, omzet paling rendah sekitar Rp400 ribu. Ia menyebut omzet usaha bisa mencapai sekitar Rp25 juta per bulan, meski pendapatan itu tidak hanya berasal dari satu lokasi karena ia memiliki tiga cabang.

Cabang pertama berada di Jalan Taman Sari. Cabang kedua dibuka di Jalan Air Dingin, kawasan yang ramai didatangi mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) untuk berburu kuliner. Adapun cabang ketiga berada di kawasan kuliner Riau Garden di Jalan Soebrantas, Kelurahan Delima, Kecamatan Binawidya, namun hanya dibuka pada momen tertentu bergantung ada atau tidaknya acara.

Dengan beberapa titik penjualan, Ical dan istrinya menyiapkan bahan baku dalam jumlah besar. Bakso yang belum terjual disimpan di dalam freezer. Untuk menghasilkan rasa pedas, ia menggunakan cabai rawit setan sebagai bahan utama sambal, meski harganya relatif mahal. Ia mengakui penjualan juga mengalami pasang surut—kadang sepi, kadang habis dalam satu malam.

Dari usaha tersebut, Ical telah mempekerjakan sekitar 10 karyawan. Dalam perekrutan, ia menekankan kemauan untuk bekerja dan tidak terlalu mempersoalkan latar belakang calon pekerja.

Pada bazar di depan stadion itu, Ical juga mulai menggunakan QRIS BRI. Ia mengatakan sebelumnya memakai QRIS dari bank lain, meski ia dan istrinya telah lama menjadi nasabah BRI. Menurutnya, transaksi melalui QRIS BRI pada acara tersebut tergolong tinggi, dengan sekitar 100 transaksi sejak siang hingga menjelang malam. Ia menilai penggunaan QRIS membantu mempercepat pembayaran dan mengurangi kebutuhan menyiapkan uang kembalian, sehingga kini lebih mengutamakan pembayaran lewat QRIS.

Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru, Pitra Suci, menyampaikan jumlah QRIS yang tersebar tercatat sebanyak 171.926 berdasarkan data terakhir per 30 April 2026.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru, Guswandi, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru pada triwulan pertama tahun ini didorong konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah. Berdasarkan lapangan usaha, tiga sektor yang memberi kontribusi terbesar adalah perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Ia menyebut sektor perdagangan mencakup usaha kuliner yang terus berkembang di Pekanbaru, sementara industri pengolahan juga mencakup berbagai kegiatan usaha termasuk kuliner seperti pembuatan kue.

Guswandi menambahkan, sektor konstruksi yang turut menopang pertumbuhan ekonomi meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, termasuk perbaikan jalan. Berbagai program dan pembangunan tersebut, menurutnya, turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mendekati delapan persen dan membuat masyarakat lebih nyaman menjalankan usaha.

Di tengah perkembangan itu, usaha kuliner yang semakin menjamur ikut menggerakkan perekonomian Kota Pekanbaru. Bakso Bakar Bang Brewok menjadi salah satu contoh pelaku usaha yang tumbuh dengan memanfaatkan peluang keramaian bazar, memperluas cabang, serta menyesuaikan layanan pembayaran dengan kebiasaan pelanggan.