BSD — Di tengah pertumbuhan pesat bisnis kuliner modern, Bakmi Raos di kawasan Taman Jajan masih bertahan dan tetap menjadi pilihan masyarakat. Usaha ini mengandalkan dua hal utama untuk menjaga eksistensinya: harga yang terjangkau dan cita rasa yang konsisten.
Bakmi Raos merupakan bagian dari geliat usaha bakmi yang sempat berkembang di kawasan Bintaro sejak awal 2000-an. Namun, seiring waktu dan meningkatnya persaingan, jumlah pelaku usaha yang mampu bertahan kian menyusut.
Pemilik Bakmi Raos, Marno, mengatakan ia mulai mengelola usaha tersebut pada 2015 sebagai penerus bisnis keluarga. “Dulu banyak penjual bakmi seperti ini, tapi sekarang tinggal beberapa yang masih bertahan,” ujarnya.
Menurut Marno, penetapan harga yang ramah di kantong menjadi salah satu kunci keberlangsungan usaha. Dengan strategi itu, Bakmi Raos dapat menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja. “Mungkin karena harganya terjangkau, jadi bisa dinikmati siapa saja,” katanya.
Dari sisi menu, Bakmi Raos menawarkan beberapa varian, di antaranya bakmi ayam asin dan bakmi ayam yamin. Pelanggan juga dapat menambahkan pilihan pelengkap seperti bakso, ceker, hingga paket komplit yang disertai pangsit goreng.
Marno menilai konsistensi rasa turut berperan dalam menjaga loyalitas pelanggan. Ia menyebut respons konsumen terhadap menu yang disajikan selama ini cukup positif. “Alhamdulillah, banyak pelanggan yang bilang enak dan cocok di lidah,” tambahnya.
Perjalanan usaha ini juga diwarnai tantangan. Marno melanjutkan bisnis setelah pemilik sebelumnya yang masih anggota keluarga meninggal dunia. Ia kemudian meneruskan usaha tersebut di lokasi yang kini berada di kawasan Taman Jajan.
Meski persaingan kuliner semakin ketat, Marno mengatakan Bakmi Raos justru menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. “Penjualan alhamdulillah terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Di akhir, Marno mengajak masyarakat yang belum mencoba untuk datang dan mencicipi langsung menu yang tersedia di Bakmi Raos.

