BERITA TERKINI
Ayam Panggang Bu Setu Pertahankan Cara Masak Kayu Bakar, Ramai Diserbu Pemudik Saat Lebaran

Ayam Panggang Bu Setu Pertahankan Cara Masak Kayu Bakar, Ramai Diserbu Pemudik Saat Lebaran

Ayam Panggang Bu Setu di Magetan mempertahankan proses memasak tradisional dengan kayu bakar keras seperti mahoni atau jati. Menurut Subiyanto, konsistensi ini dipilih agar kematangan ayam tetap sempurna sekaligus menjaga ciri khas rasa, meski perkembangan zaman kian modern dan banyak pelaku usaha beralih ke kompor gas.

Menu andalan yang paling banyak diminati pelanggan adalah Ayam Panggang Bumbu Rujak. Hidangan ini dikenal lewat perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih yang meresap hingga ke dalam daging ayam kampung yang empuk.

Memasuki musim mudik Lebaran, jumlah pengunjung biasanya meningkat signifikan. Para pemudik yang melintas di Magetan kerap menyempatkan singgah untuk menikmati ayam panggang bersama keluarga.

Lonjakan pengunjung umumnya mulai terasa dua hari sebelum Lebaran dan berlanjut hingga sekitar lima hari setelahnya. Periode tersebut menjadi masa paling ramai bagi Ayam Panggang Bu Setu sepanjang tahun.

Di balik perkembangan usaha, permodalan dari sektor perbankan turut berperan. Keluarga pengelola sejak awal menjalin kemitraan dengan BRI yang membantu memperkuat fondasi usaha. Subiyanto mengenang, ayahnya mulai memperoleh akses pembiayaan dari BRI pada 1992 dengan nominal yang relatif kecil, namun dinilai berdampak besar bagi keberlanjutan usaha.

Ia menjelaskan, sebelum mendapat dukungan modal, pembelian ayam dilakukan melalui tengkulak dengan sistem utang sehingga harganya lebih mahal. Setelah memperoleh pinjaman dari BRI, keluarga dapat membeli secara tunai dan harga jual kepada konsumen menjadi lebih terjangkau.

Seiring waktu, akses permodalan tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, termasuk meningkatkan kapasitas produksi dan membangun fasilitas yang lebih representatif bagi pelanggan. Selain pembiayaan, pemanfaatan layanan digital BRI juga disebut membantu pengelolaan usaha menjadi lebih efisien sebagai bagian dari penyesuaian menghadapi perkembangan zaman.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan dukungan terhadap UMKM menjadi salah satu fokus utama perusahaan, melalui program pembiayaan dan pendampingan. Ia menegaskan komitmen BRI untuk mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif.

Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat dalam jumlah besar ke berbagai sektor dan menjangkau jutaan debitur di seluruh Indonesia. Sebagian besar pembiayaan disebut difokuskan pada sektor produktif yang berperan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kisah Ayam Panggang Bu Setu menggambarkan bagaimana dukungan permodalan dapat membantu usaha kecil berkembang berkelanjutan, seiring konsistensi menjaga kualitas produk. Dengan momentum mudik yang berulang setiap tahun, Ayam Panggang Bu Setu diperkirakan tetap menjadi salah satu ikon kuliner di Magetan.