BERITA TERKINI
Ayam Geprek Masih Diminati, Variasi Menu dan Pemasaran Digital Jadi Penopang Usaha

Ayam Geprek Masih Diminati, Variasi Menu dan Pemasaran Digital Jadi Penopang Usaha

Ayam geprek masih menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia di tengah persaingan bisnis makanan yang kian ketat. Hidangan yang dikenal lewat perpaduan ayam goreng tepung renyah dan sambal pedas yang diulek langsung ini terus berkembang, baik dari sisi variasi menu maupun strategi pemasaran yang diterapkan pelaku usaha.

Dalam beberapa tahun terakhir, ayam geprek dinilai mampu mempertahankan popularitasnya di berbagai daerah. Dari kota-kota besar hingga wilayah pedesaan, restoran dan warung makan yang menjual ayam geprek relatif mudah ditemukan.

Harga yang terjangkau serta cita rasa yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia disebut menjadi faktor utama yang membuat makanan ini tetap diminati. Sejumlah pelaku usaha kuliner juga menyebut permintaan ayam geprek masih menunjukkan tren yang stabil, terutama pada jam makan siang dan malam. Pada waktu-waktu tersebut, gerai ayam geprek kerap dipadati pelanggan, baik yang datang langsung maupun yang memesan melalui layanan pesan antar daring.

Rudi Santoso, pemilik usaha kuliner di Bandung, mengatakan ayam geprek memiliki pasar yang luas. “Anak sekolah, mahasiswa, pekerja kantoran, sampai keluarga menyukai ayam geprek. Makanan ini sederhana, tetapi memiliki rasa yang kuat dan bisa disesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan pelanggan,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital turut mendorong pertumbuhan bisnis ayam geprek. Banyak pelaku usaha memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk mereka, sejalan dengan upaya memperluas jangkauan pemasaran di tengah persaingan yang semakin ketat.