Menjalankan dua peran sekaligus menjadi tantangan bagi Eka Maharani, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Atambua, Kabupaten Belu, yang juga mengelola bisnis kuliner. Ia mengaku harus cermat membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan usaha sampingan yang dijalankannya.
Kepada rri.co.id pada Minggu, 10 Mei 2026, Eka mengatakan pembagian waktu merupakan bagian tersulit dalam menjalankan bisnis kuliner Dede’s Yummy. Padatnya aktivitas harian membuatnya perlu mengatur ritme kerja agar seluruh tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik.
Eka menjelaskan, pengerjaan pesanan biasanya baru bisa dilakukan setelah ia pulang kerja dan menyelesaikan urusan rumah tangga yang menjadi prioritas utama. Meski manajemen waktu menjadi kendala yang tidak ringan, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berjualan.
Dalam kondisi tertentu, Eka mengaku terpaksa menolak pesanan ketika tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi. Menurutnya, keputusan tersebut sulit, namun perlu diambil demi menjaga kualitas produk.
Untuk tetap melayani pelanggan, Eka juga kerap mengurangi waktu istirahat dan memilih begadang sebagai konsekuensi dari padatnya jadwal.
Ia menambahkan, usaha sampingan tersebut membantu menjaga kestabilan ekonomi keluarga. Pendapatan tambahan dari penjualan kue membuat kebutuhan harian lebih terjamin dibanding sebelumnya yang hanya mengandalkan gaji bulanan.

