Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Kota Makassar bersama mitra kerja. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, yang memaparkan urgensi serta arah kebijakan MBG sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dalam pemaparannya, Ashabul menegaskan MBG merupakan program strategis nasional yang dirancang untuk memperbaiki kualitas generasi bangsa melalui pemenuhan gizi yang memadai dan sehat. Ia menyebut perbaikan gizi menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas generasi.
“Program MBG ini adalah program strategis nasional dalam rangka memperbaiki kualitas generasi kita. Lantas apakah generasi bisa diperbaiki? Salah satu jalannya adalah memberikan asupan gizi yang cukup dan sehat,” ujar Ashabul saat sosialisasi program MBG di Café Vaan In Sky, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (20/2/2026).
Ia menekankan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari persoalan gizi. Menurutnya, cita-cita mewujudkan generasi emas sulit dicapai apabila anak-anak masih menghadapi kekurangan gizi. Karena itu, MBG disebut menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintah.
“MBG ini sudah menjadi penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional sebagaimana kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Mustahil generasi emas dapat kita raih ketika anak-anak kita kekurangan gizi. Ini menjadi perhatian serius pemerintah, namun sekaligus menjadi tantangan besar karena tidak mudah memindahkan jutaan piring ke meja kelas siswa,” tegasnya.
Selain itu, Ashabul menyoroti perlunya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program. Ia menyebut beberapa aspek krusial yang harus menjadi perhatian, mulai dari kualitas makanan, pengkondisian di lapangan, hingga kesesuaian standar pelaksanaan dengan protokol yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kualitas makanan harus benar-benar terjamin sesuai standar gizi. Di lapangan, program harus berjalan tepat sasaran dan sesuai perencanaan. Selain itu, seluruh proses harus mengikuti standar yang telah ditetapkan agar keamanan dan kenyamanan konsumsi tetap terjaga,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengapresiasi kinerja pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG di Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar, yang dinilai mampu menjaga kualitas dan keamanan distribusi makanan.
Ashabul juga menegaskan keberhasilan program MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Ia menyatakan sinergi yang kuat diharapkan dapat membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Keberhasilan MBG adalah tanggung jawab kita bersama. Jika kolaborasi ini terus diperkuat, maka kita optimistis generasi mendatang akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan unggul,” tutupnya.
Sosialisasi MBG di Makassar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Gizi seimbang dan tepat dinilai menjadi kunci mendasar dalam upaya mencetak generasi unggul untuk menjawab tantangan masa depan.

