BERITA TERKINI
ASDP Jalankan Program Pencegahan Stunting di 10 Wilayah pada 2026, Menyasar 1.115 Penerima Manfaat

ASDP Jalankan Program Pencegahan Stunting di 10 Wilayah pada 2026, Menyasar 1.115 Penerima Manfaat

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) meluncurkan program Kampung Sadar Gizi Peduli Stunting yang menargetkan 1.115 penerima manfaat di 10 wilayah Indonesia sepanjang 2026. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dimulai di Desa Wolwal Barat, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada dukungan pemenuhan gizi dan pencegahan stunting bagi bayi, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyatakan program tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Menurut dia, upaya pencegahan stunting dilakukan melalui edukasi dan pendampingan keluarga.

“Bagi ASDP, menghubungkan wilayah juga berarti membuka peluang bagi kehidupan yang lebih baik. Kami ingin kehadiran perusahaan tidak hanya mendukung mobilitas dan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui program ini, kami turut berkontribusi dalam membangun generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” ujar Heru.

Pencanangan program di Alor turut dihadiri Staf Ahli Bupati Alor Martinus Depores Djeo, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Alor Usman Saryono Plaikari, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Pitang Sir, serta General Manager ASDP Cabang Kupang Ardian. Kegiatan juga melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat setempat.

Setelah pelaksanaan di Alor, program akan digelar bertahap di sembilan wilayah lain, yakni Lampung, Banten, Banyuwangi, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Manokwari, dan Aceh.

Program Kampung Sadar Gizi Peduli Stunting mencakup peningkatan kapasitas kader Posyandu, edukasi gizi keluarga, pemberian makanan tambahan (PMT), serta penyediaan sarana pendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting sejak dini.

Dalam pelaksanaan di Desa Wolwal Barat, ASDP juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta alat bantu mobilitas berupa kursi roda dan penyangga lutut untuk mendukung kebutuhan masyarakat setempat.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan program dijalankan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu agar manfaatnya berlanjut setelah kegiatan selesai. “Kami ingin program TJSL tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga. Melalui penguatan kader Posyandu dan edukasi gizi, kami berharap manfaat program dapat terus dirasakan secara berkelanjutan,” jelas Windy.

ASDP menyebut program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui dukungan pemenuhan gizi, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyaluran perlengkapan sekolah bagi anak-anak.