Archipelago Hotels menghadirkan Archipelago Korean Street Food Festival – 60 Seconds to Seoul di Yogyakarta, Selasa (12/5). Program kuliner ini merupakan bagian dari Archipelago Global Flavours Series, kampanye yang menampilkan ragam street food bercita rasa khas dari berbagai negara, dengan Korea sebagai tema edisi kali ini.
Festival tersebut menjadi offline event kedua yang digelar Archipelago Hotels. Melalui konsep penyajian cepat dan interaksi langsung lewat live cooking, acara ini mencoba menghadirkan pengalaman street food Korea yang terinspirasi dari dinamika budaya kuliner Seoul yang praktis dan dinamis.
CEO Archipelago Hotels, John Flood, mengatakan gelaran 60 Seconds to Seoul diadakan di Royal Malioboro dengan melibatkan sepuluh properti Archipelago Hotels di Yogyakarta dan Solo. “Sebagai bagian dari Archipelago Global Flavours Series, kami terus menghadirkan 60 Seconds to Seoul melalui Korean Street Food Festival di Royal Malioboro, berkolaborasi dengan sepuluh properti Archipelago Hotels di Yogyakarta dan Solo,” ujarnya, Rabu (13/5).
Menurut John Flood, konsep pop-up kuliner ini ditujukan untuk menghadirkan cita rasa autentik sekaligus semarak budaya street food khas Seoul bagi para tamu. Ia juga menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman kuliner dan hospitality yang berkesan.
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah konsep live cooking yang memungkinkan hidangan disajikan dalam waktu singkat. Pengunjung dapat menyaksikan proses memasak secara langsung, sejalan dengan karakter street food di Seoul yang identik dengan sajian cepat.
Beragam menu khas Korea ditawarkan, mulai dari tteokbokki, Korean fried chicken, Korean BBQ, hingga berbagai hidangan berbasis kimchi. Selain itu, tersedia pula pilihan menu fusion seperti Korean burger, corndog mozzarella, dakgangjeong, serta kimchi fried rice yang disiapkan langsung oleh para chef dari berbagai unit Archipelago Hotels.
Lebih dari delapan stall live cooking ikut ambil bagian, masing-masing menampilkan menu berbeda. Pilihannya mencakup street snack seperti odeng, dakkochi, dan twigim, hingga hidangan utama seperti galbitang, jjampong, serta Korean grilled beef.
Festival juga menghadirkan minuman khas Korea serta berbagai dessert, di antaranya mango sago pudding, tiramisu, raspberry mousse, aneka pastry dan tart premium. Sejumlah pilihan dengan sentuhan lokal turut disajikan seperti es teler dan es cendol nangka, serta menu yang disebut sedang populer, Butter Tteok.
Acara ini diselenggarakan di Royal Malioboro. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi karena dinilai memiliki ekosistem kreatif yang kuat, komunitas yang aktif, serta minat tinggi terhadap penyelenggaraan event berbasis budaya dan lifestyle. Keterlibatan unit Archipelago Hotels di Yogyakarta dan Solo juga disebut sebagai upaya menjangkau audiens yang lebih luas di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

