Air yang muncul di sejumlah titik areal pesawahan Blok Ciseupan, Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, memiliki rasa asin layaknya air garam. Fenomena ini disebut sudah terjadi sejak lama dan hingga kini sumber airnya belum pernah kering.
Kepala Desa Ciuyah Suharja mengatakan, keberadaan air asin di kawasan tersebut juga dikaitkan dengan asal-usul penamaan Desa Ciuyah. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, kampung di sekitar pesawahan itu dulu disebut Ciuyah karena air yang keluar dari sawah Blok Ciseupan terasa asin, lalu nama tersebut kemudian menjadi nama desa.
Suharja menjelaskan, luas areal pesawahan Blok Ciseupan sekitar 3 hektare. Namun, air asin hanya keluar di beberapa petak sawah. Lahan yang terairi sumber tersebut dinilai tidak baik untuk ditanami padi.
Untuk mencegah dampak lebih luas, titik-titik mata air asin itu kemudian diisolasi agar tidak mengalir ke lahan pesawahan lainnya. Suharja menyebut air asin yang keluar dari lubang-lubang pada tebing sawah tidak menyebar luas sehingga tidak terlalu merusak lahan pertanian padi di sekitarnya.

