Ahli kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan makanan ultra-olahan sebagai menu harian. Kelompok makanan ini, termasuk mi instan dan berbagai produk camilan, dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes.
Peringatan tersebut menyoroti keberadaan zat aditif dalam produk makanan ultra-olahan. Menurut ahli kesehatan, sejumlah aditif dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan kerap tersembunyi di dalam produk camilan yang banyak dikonsumsi.
Dengan meningkatnya konsumsi makanan praktis, masyarakat diimbau lebih cermat dalam memilih asupan sehari-hari dan tidak mengandalkan makanan ultra-olahan sebagai pilihan utama.

