Yogyakarta — Bulan Ramadan kerap dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki pola hidup, termasuk mengatur berat badan. Dengan waktu makan yang terbatas dari subuh hingga magrib, puasa dinilai dapat membantu menciptakan defisit kalori. Namun, tanpa pengaturan menu yang tepat, risiko kenaikan berat badan tetap ada.
Kepala Instalasi Gizi RSA UGM, Pratiwi Dinia Sari, S.Gz., RD., menjelaskan bahwa secara ilmiah puasa berpotensi mendukung penurunan berat badan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga pola makan sehat selama Ramadan agar tujuan pengelolaan berat badan dapat tercapai.

