BERITA TERKINI
Ahli Gizi Sarankan Telur sebagai Makanan Darurat, Dinilai Lebih Bergizi daripada Mi Instan

Ahli Gizi Sarankan Telur sebagai Makanan Darurat, Dinilai Lebih Bergizi daripada Mi Instan

Kebiasaan menjadikan mi instan sebagai “penyelamat” saat lapar mendadak mulai mendapat sorotan dari kalangan ahli gizi. Di tengah gaya hidup serba cepat, pilihan praktis kerap mengalahkan pertimbangan nutrisi. Namun, tren ini perlahan didorong untuk berubah.

Ahli gizi dari sektor FMCG, Citra Tanani, menilai telur seharusnya menjadi pilihan utama ketika tubuh membutuhkan asupan cepat. Ia menyebut telur sama-sama praktis, tetapi lebih unggul dari sisi kandungan gizi dibandingkan mi instan.

“Telur bisa dimasak dalam waktu kurang dari lima menit, setara dengan mi instan. Bedanya, telur memberi nutrisi nyata yang dibutuhkan tubuh,” ujarnya.

Menurutnya, satu butir telur mengandung sekitar 6–7 gram protein berkualitas tinggi. Kandungan protein tersebut berperan dalam memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus membantu menjaga massa otot.

Di sisi lain, mi instan disebut cenderung didominasi karbohidrat dan sering kali rendah kandungan gizi seimbang. Produk ini juga dikenal memiliki kadar natrium dan MSG yang tinggi, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.

Ia juga menyoroti kebiasaan mengonsumsi mi instan yang kerap disertai tambahan lauk seperti telur dan nasi. Dalam satu porsi, mi instan bisa mengandung sekitar 420 kilokalori. Jika ditambah telur (sekitar 70 kilokalori) dan nasi, total asupan dapat mendekati 700 kilokalori.