BERITA TERKINI
Ahli Gizi Jelaskan Perbedaan Daging Kambing dan Sapi untuk Kurban Idul Adha: Lemak, Kolesterol, hingga Kalori

Ahli Gizi Jelaskan Perbedaan Daging Kambing dan Sapi untuk Kurban Idul Adha: Lemak, Kolesterol, hingga Kalori

Perayaan Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban, terutama daging sapi dan kambing. Dua jenis daging merah ini kerap menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk diolah menjadi beragam hidangan.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi. Ahli gizi Dr. Samuel Oetoro MS SpGK menjelaskan, daging sapi dan kambing memiliki kandungan nutrisi yang hampir serupa karena sama-sama termasuk golongan daging merah.

Meski demikian, Dr. Samuel menilai daging kambing memiliki beberapa keunggulan dari sisi kesehatan. Salah satunya terkait kandungan lemak yang disebut lebih rendah dibandingkan daging sapi. Lemak jenuh yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko obesitas dan memicu berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan jantung dan pembuluh darah.

Perbedaan juga terlihat pada kadar kolesterol. Dalam 100 gram daging sapi, kandungan kolesterol sekitar 90 miligram, sedangkan daging kambing sekitar 75 miligram per 100 gram.

Asupan kolesterol harian perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Bagi orang sehat, batas konsumsi kolesterol disarankan tidak melebihi 300 miligram per hari. Sementara bagi penderita kolesterol tinggi atau mereka yang berisiko, anjurannya lebih rendah, sekitar 200 miligram per hari.

Selain itu, kandungan kalori pada daging sapi disebut cenderung lebih tinggi dibandingkan daging kambing. Konsumsi kalori berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, stroke, hingga penyakit jantung apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.

Meski daging kambing dinilai memiliki beberapa keunggulan, daging sapi tetap memiliki manfaat penting. Daging sapi dikenal kaya zat besi yang membantu mencegah anemia.