BERITA TERKINI
Ahli Gizi Jelaskan Peran Protein untuk Kekuatan Otot, Energi, dan Metabolisme

Ahli Gizi Jelaskan Peran Protein untuk Kekuatan Otot, Energi, dan Metabolisme

Protein disebut bukan hanya dibutuhkan atlet, tetapi menjadi nutrisi penting yang menopang kesehatan dan kebugaran tubuh dalam aktivitas sehari-hari. Ahli gizi Krissy Ladner menekankan bahwa konsumsi protein yang cukup dan konsisten berperan besar dalam menjaga kekuatan, daya tahan, serta energi tubuh.

“Protein bukan hanya untuk atlet atau tujuan tertentu. Ini adalah nutrisi harian yang mendukung pergerakan, pemulihan, dan vitalitas jangka panjang,” ujar Ladner, Senin (4/5/2026).

Menurut Ladner, salah satu fungsi utama protein adalah sebagai bahan pembangun dan perbaikan jaringan otot. Aktivitas fisik, mulai dari berjalan hingga olahraga dengan intensitas tinggi, dapat memberi tekanan pada serat otot. Dalam kondisi tersebut, tubuh memerlukan asupan protein untuk membantu proses pemulihan sekaligus mempertahankan massa otot tanpa lemak.

Ia menjelaskan, massa otot tanpa lemak berkaitan erat dengan sistem metabolisme. Jaringan otot disebut sebagai jaringan aktif yang memengaruhi cara tubuh membakar energi, sehingga keberadaannya dinilai penting dalam menjaga keseimbangan metabolik.

Ladner juga menyoroti kebiasaan yang kerap terjadi, yakni mengonsumsi protein hanya pada waktu tertentu, misalnya setelah olahraga. Ia menyarankan asupan protein didistribusikan lebih merata sepanjang hari agar hasilnya lebih optimal.

“Pendekatan ini membantu menjaga energi tetap stabil, mempertahankan massa otot, dan mengontrol nafsu makan,” katanya.

Selain itu, Ladner menambahkan bahwa mengombinasikan protein dengan karbohidrat setelah aktivitas fisik dapat membantu mengisi ulang cadangan energi sekaligus mempercepat pemulihan otot.

Dalam memilih sumber protein, ia menekankan pentingnya kualitas dan variasi. Protein hewani tanpa lemak seperti ikan, unggas, telur, serta produk susu rendah lemak disebut kaya asam amino esensial yang mudah diserap tubuh. Sementara itu, sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, kedelai, biji-bijian, dan gandum utuh dinilai memberi manfaat tambahan berupa serat dan fitonutrien yang mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Ladner mengakui rutinitas modern dapat membuat pemenuhan kebutuhan protein menjadi tantangan. Untuk mengatasinya, ia menyarankan pilihan praktis seperti camilan tinggi protein, smoothie, atau shake yang lebih mudah dikonsumsi tanpa perlu porsi besar.

Ia menambahkan, kebutuhan protein semakin penting seiring bertambahnya usia. Memasuki usia paruh baya, tubuh cenderung mengalami penurunan kemampuan mempertahankan massa otot, yang dapat berdampak pada kekuatan, keseimbangan, dan mobilitas.

“Menjaga massa otot tidak hanya berkaitan dengan performa, tetapi juga fungsi sehari-hari seperti menaiki tangga, membawa belanjaan, atau menjaga keseimbangan tubuh,” jelasnya.