BERITA TERKINI
Ahli Gizi Ingatkan Risiko Takjil Berlebihan Saat Berbuka: Bisa Picu Kekurangan Protein

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Takjil Berlebihan Saat Berbuka: Bisa Picu Kekurangan Protein

Ketua Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), Rita Ramayulis, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan takjil sebagai sumber utama asupan saat berbuka puasa. Kebiasaan tersebut dinilai berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi penting, terutama protein.

Rita menjelaskan, takjil yang umum dikonsumsi selama Ramadan umumnya berbahan dasar tepung, gula, dan minyak. Komposisi ini membuat takjil cenderung tinggi karbohidrat dan lemak, tetapi rendah protein serta mikronutrien.

“Biasanya takjil bahan utamanya karbohidrat, ada tambahan gula atau digoreng dengan minyak. Jadi kaya karbohidrat dan lemak saja, tapi rendah protein dan mikronutrien,” kata Rita, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada kecukupan gizi, terutama bila seseorang sudah merasa kenyang hanya dari takjil lalu melewatkan makan utama. “Kalau seseorang hanya kenyang dengan takjil saja, berisiko kekurangan asupan protein yang merupakan zat gizi utama yang dibutuhkan tubuh, juga kekurangan serat dan beberapa mikronutrien,” ujarnya.

Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan itu menegaskan, protein berperan penting dalam menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, serta mendukung sistem kekebalan selama menjalankan ibadah puasa.

Rita menambahkan, kebutuhan utama saat berbuka puasa bukan terletak pada takjil, melainkan pada peningkatan kadar gula darah secara bertahap setelah seharian menurun. Menurut dia, hal itu dapat dipenuhi dengan konsumsi kurma atau buah serta cairan seperti air putih.

“Takjil itu bukan kebutuhan, tapi keinginan. Kalau ingin konsumsi, cukup satu sampai dua potong saja,” katanya.

Ia menyarankan masyarakat tetap melanjutkan dengan makan utama yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam komposisi seimbang. Dengan pola tersebut, kebutuhan gizi harian dinilai tetap terpenuhi sehingga puasa dapat dijalani tanpa mengorbankan asupan protein dan zat gizi penting lainnya.