BERITA TERKINI
Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Pola Makan Seimbang Selama Ramadhan

Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Pola Makan Seimbang Selama Ramadhan

Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II Prof Trina Astuti mengingatkan bahwa asupan makanan selama bulan puasa berpengaruh terhadap kesehatan. Karena itu, pola, porsi, dan jenis makanan yang dikonsumsi perlu disesuaikan agar tetap seimbang.

Menurut Trina, pola dan porsi makan yang tidak seimbang berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang dapat berlangsung lama. Ia menekankan pentingnya berbuka secara bertahap karena perut dalam kondisi kosong lebih dari delapan jam.

“Saat berpuasa perut kosong lebih dari 8 jam, maka saat berbuka harus makan perlahan supaya perut tidak kaget. Minum air putih atau teh manis hangat, dilanjutkan dengan kurma, baru dilanjutkan dengan makanan utama setelah sholat maghrib. Konsumsi ini dapat memberikan energi secara berangsur,” kata Trina.

Selain cara berbuka, Trina menyebut pemilihan jenis makanan juga perlu menyesuaikan kondisi tubuh. Bagi penderita diabetes, misalnya, ia menyarankan memilih sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah di bawah 55 agar gula darah tetap stabil saat berbuka.

Beberapa contoh karbohidrat dengan indeks glikemik rendah yang disebutkan antara lain beras basmati, beras merah, oat, roti gandum, dan pasta gandum utuh. Ia juga menekankan pentingnya asupan protein yang seimbang, baik dari sumber nabati maupun hewani, serta konsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat.

Trina turut mengingatkan agar proporsi makanan diperhatikan. Ia menyarankan porsi karbohidrat dibuat lebih sedikit saat sahur, sementara saat berbuka puasa dapat memperbanyak sumber protein.