Bulan puasa tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kesehatan tubuh. Namun, perubahan pola makan selama puasa perlu diatur dengan tepat agar kondisi tubuh tetap terjaga dan aktivitas ibadah berjalan optimal.
Ahli Gizi/Dietisien RSUD Buleleng sekaligus Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Buleleng, Gede Eka Subiarta, menekankan pentingnya kecukupan gizi selama menjalankan puasa. Menurutnya, pengaturan pola makan yang baik membantu tubuh tetap sehat sepanjang hari.
Untuk menu sahur, ia menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, ubi, atau oat. Jenis karbohidrat ini dinilai dapat menghasilkan energi yang bertahan lebih lama. Selain itu, asupan protein berkualitas juga dianjurkan, terutama dari bahan lokal seperti telur, ikan, tempe, dan tahu, disertai sayur serta buah sebagai sumber vitamin dan mineral.
Sementara saat berbuka, Gede Eka menyarankan untuk mengawali dengan cairan atau gula sederhana, misalnya air putih, kurma, atau buah manis, guna membantu mengembalikan kadar gula darah. Ia mengingatkan agar tidak langsung menyantap makanan utama yang berlemak atau terlalu berat karena tubuh perlu beradaptasi setelah seharian berpuasa.
Ia juga menegaskan air putih sebaiknya menjadi pilihan utama saat berbuka. Minuman manis atau berkafein disarankan untuk dihindari karena dapat memicu keluhan asam lambung.
Berikut sejumlah tips pemenuhan gizi selama puasa yang disampaikan Gede Eka:
1. Menjaga ritme makan dengan tidak melewatkan sahur karena menjadi sumber energi utama sepanjang hari.
2. Memvariasikan menu dengan mengganti sumber protein dan karbohidrat secara konsisten serta mengikuti pedoman Isi Piringku, yakni setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat protein, dan seperempat karbohidrat.
3. Makan secukupnya dan mengontrol pola makan agar pencernaan tidak terganggu.
4. Melakukan aktivitas ringan setelah berbuka untuk membantu menjaga metabolisme.
5. Menghindari bumbu instan dan memilih rempah alami seperti kunyit, jahe, atau sereh yang dapat menambah cita rasa sekaligus mendukung daya tahan tubuh.
Dengan pengaturan pola makan tersebut, ia berharap puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki pola makan dan kesehatan tubuh.

