BERITA TERKINI
Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Ultra Processed Food, Masyarakat Diminta Utamakan Gizi Seimbang

Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Ultra Processed Food, Masyarakat Diminta Utamakan Gizi Seimbang

Ahli gizi RSUD dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Annisa Risqi Wulandari, mengingatkan pentingnya mewaspadai konsumsi ultra processed food (UPF) dengan tetap mengutamakan gizi seimbang demi meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang. Pesan itu ia sampaikan dalam Program Ruang Publik “Indonesia Sehat” pada Jumat, 24 April 2026.

Annisa menjelaskan, UPF saat ini kian populer karena dirancang melalui pengolahan industri agar memiliki rasa yang enak, tahan lama, dan praktis. Namun, penggunaan berbagai bahan tambahan seperti pemanis buatan, zat pewarna, dan perasa membuat UPF dinilai memiliki kualitas nutrisi yang kurang baik bagi kesehatan.

Ia menilai, tanpa disadari masyarakat cenderung mengonsumsi UPF dan mengabaikan prinsip gizi seimbang dalam pola makan sehari-hari. Sejumlah produk yang kerap dipilih karena cepat disajikan antara lain mi instan, minuman kemasan, makanan ringan, kornet, nugget, bumbu kemasan, saus, dan kecap.

Annisa mengingatkan, konsumsi jangka panjang makanan tinggi gula, garam, dan lemak serta minim serat dan vitamin dapat berdampak buruk, mulai dari obesitas, diabetes mellitus, hipertensi, gagal ginjal, penyakit jantung, hingga stroke. Ia juga menyebut bahan tambahan pada UPF berpotensi membuat ginjal bekerja lebih berat sehingga dapat memicu terjadinya gagal ginjal.

Di tengah banyaknya UPF yang beredar, Annisa menegaskan gizi seimbang perlu menjadi prioritas. Ia menyarankan agar asupan harian diseimbangkan dengan pemenuhan zat besi dan zat gizi lainnya.

Menurut Annisa, porsi makan ideal dapat mengikuti pembagian 1/2 porsi serat, 1/4 porsi karbohidrat, dan 1/4 porsi protein.

Ia menambahkan, masyarakat Kediri, Trenggalek, dan sekitarnya memiliki beragam pilihan menu bergizi seimbang yang dapat membantu mengurangi ketergantungan pada UPF. Untuk sumber karbohidrat, ia menyebut nasi merah, nasi tiwul, dan nasi jagung. Sementara serat dapat dipenuhi dari sayur dan buah segar. Adapun protein bisa diperoleh dari tempe, tahu, ikan, ayam, dan daging dalam kondisi segar.

Di akhir perbincangan, Annisa mengajak masyarakat membiasakan membaca tabel informasi nilai gizi saat membeli produk makanan dan minuman kemasan. Ia berharap langkah ini dapat membantu mencegah kebiasaan mengonsumsi UPF secara bebas dan berlebihan tanpa batasan takaran.