BERITA TERKINI
Ahli Diet: Perhatikan Porsi dan Kombinasi Makanan saat Mengonsumsi Nanas agar Gula Darah Terkendali

Ahli Diet: Perhatikan Porsi dan Kombinasi Makanan saat Mengonsumsi Nanas agar Gula Darah Terkendali

Nanas dikenal sebagai buah bercita rasa manis yang mengandung gula alami. Buah ini tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari, namun jumlah dan cara mengonsumsinya perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang sedang menjaga kadar gula darah.

Ahli diet sekaligus edukator diabetes, Vandana Sheth, menjelaskan bahwa pengaruh nanas terhadap kadar gula darah dapat berbeda pada setiap orang. Menurutnya, perbedaan itu dipengaruhi antara lain oleh porsi nanas yang dikonsumsi, makanan pendamping, aktivitas fisik, obat yang digunakan, serta respons tubuh masing-masing.

Sheth menyebutkan, satu cangkir nanas segar yang dipotong dadu mengandung sekitar 20 gram karbohidrat. Dari jumlah tersebut, sekitar 16 gram merupakan gula alami, dengan kandungan serat sekitar 1–2 gram.

Kandungan karbohidrat pada nanas dapat memicu kenaikan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Perubahan kadar gula darah dapat mulai terlihat sekitar 15 hingga 30 menit setelah makan dan efeknya dapat berlangsung selama beberapa jam.

Karena respons tubuh dapat berbeda, Sheth menekankan pentingnya mengonsumsi nanas dalam porsi yang terukur agar asupan gula tetap terkendali. Ia juga menyarankan agar nanas tidak dikonsumsi dalam jumlah besar sendirian, melainkan dipadukan dengan makanan yang mengandung protein, serat, atau lemak sehat untuk membantu memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah terjadi lebih bertahap.

Sebagai contoh, sekitar setengah cangkir nanas dapat dikonsumsi bersama yoghurt tawar serta kacang-kacangan atau biji-bijian. Sementara bagi yang memilih nanas kalengan, Sheth menyarankan memilih produk yang dikemas dalam air atau jus buahnya sendiri tanpa tambahan gula.

Dengan memperhatikan porsi dan kombinasi makanan, nanas tetap dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Rasa manis pada nanas, menurut Sheth, bukan alasan untuk menghindari buah ini sepenuhnya, tetapi pengaturan jumlah konsumsi tetap penting untuk menjaga respons gula darah.