Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner tradisional dinilai perlu menjaga mutu produk dan konsistensi rasa di tengah pesatnya tren minuman kekinian. Pemilik Wedang Ronderohmat, Rochmat Sulistiono, mengatakan keberlanjutan bisnis kuliner lokal sangat bergantung pada kepercayaan konsumen terhadap standar kualitas yang ditawarkan.
Pernyataan itu disampaikan Rochmat dalam Dialog UMKM Bicara di Pro 1 RRI Purwokerto, Senin (28/09/2026). Ia menceritakan, usaha wedang ronde yang dirintisnya di kawasan Karangwangkal, Purwokerto, telah berjalan sekitar 13 tahun. Pada awal merintis, ia sempat diragukan karena membuka gerai di area yang didominasi jajanan modern yang digemari anak muda. Namun, Rochmat memilih bertahan dengan melihat peluang pasar yang belum tergarap di wilayah tersebut.
Dalam menghadapi dinamika kenaikan harga bahan baku, Rochmat mengaku lebih memilih mempertahankan komposisi dan kualitas rasa dibanding mengubah resep. Ia menilai penyesuaian harga lebih tepat dilakukan selama masih dalam batas wajar. “Daripada mengurangi rasa, saya lebih baik menaikkan harga tetapi masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Menurut Rochmat, komunikasi yang jujur kepada pelanggan menjadi kunci agar konsumen tetap merasa dihargai. Selain menjaga kearifan lokal, ia juga menilai pemasaran digital penting untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya standar pelayanan, mulai dari keramahan, kebersihan tempat usaha, hingga keterbukaan dalam menerima masukan maupun komplain dari pembeli. Rochmat berharap kuliner tradisional seperti wedang ronde dapat terus bertahan dan menjadi salah satu ikon kuliner khas yang membanggakan di Kabupaten Banyumas. Ia meyakini konsistensi rasa dan pemanfaatan media sosial dapat membantu bisnis kuliner tradisional tetap bersaing dan memiliki daya tahan jangka panjang di tengah perubahan selera pasar.