Waxing area intim kerap dipilih sebagian wanita karena hasilnya dinilai lebih halus dan tahan lama. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah waxing untuk area miss v aman dilakukan, termasuk bila dikerjakan sendiri di rumah.
Secara umum, waxing area intim dinilai boleh dan aman dilakukan. Bahkan, metode ini disebut sebagai salah satu cara yang relatif lebih aman untuk menghilangkan rambut kemaluan dibanding penggunaan pisau cukur manual. Hal tersebut merujuk pada penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Urology. Dalam penelitian itu, dari 198 kasus wanita yang datang ke IGD akibat perawatan area intim, hanya empat kasus yang melibatkan waxing, sedangkan sisanya berkaitan dengan penggunaan pisau cukur manual.
Meski demikian, waxing tetap memiliki risiko kesehatan bila tidak dilakukan dengan benar. Tingkat keamanan dapat dipengaruhi oleh teknik yang digunakan, kondisi kulit masing-masing orang, serta kebersihan alat. Karena itu, untuk menjaga kesehatan area intim, prosedur ini dianjurkan dilakukan di tempat yang memiliki terapis atau profesional terlatih dan berpengalaman.
Persiapan sebelum waxing area intim
Bagi pemilik kulit sensitif atau yang memiliki toleransi nyeri rendah, waxing di area intim dapat terasa sangat menyakitkan karena rambut dicabut dari akarnya. Untuk membantu memperlancar proses dan mengurangi risiko iritasi, beberapa hal berikut dapat dipersiapkan:
Pastikan panjang rambut kemaluan setidaknya 1 cm agar wax dapat bekerja dengan baik. Jika masih kurang, disarankan menunggu hingga rambut tumbuh lebih panjang.
Hindari penggunaan krim atau losion di area intim sebelum waxing karena dapat membuat kulit licin atau berminyak sehingga wax sulit menempel.
Lakukan eksfoliasi secara lembut beberapa hari sebelumnya untuk membantu mencegah rambut tumbuh ke dalam.
Hindari konsumsi alkohol dan kafein pada hari waxing karena keduanya dapat menyebabkan pori-pori mengencang dan membuat prosedur terasa lebih menyakitkan.
Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat atau bawahan longgar untuk kenyamanan.
Hindari menjadwalkan waxing terlalu dekat dengan masa menstruasi.
Untuk membantu mengurangi rasa sakit, dapat mempertimbangkan obat pereda nyeri yang dijual bebas sekitar 30 menit sebelum perawatan.
Hindari waxing saat area vagina sedang luka atau berjerawat.
Cara waxing miss v sendiri di rumah
Waxing area intim membutuhkan kehati-hatian dan keterampilan agar hasilnya baik serta meminimalkan cedera atau iritasi. Karena itu, prosedur ini umumnya disarankan dilakukan di salon atau klinik tersertifikasi dengan terapis berpengalaman.
Namun, jika memilih melakukannya sendiri di rumah, beberapa produk wax tersedia di pasaran dan biasanya disertai petunjuk penggunaan. Berikut langkah yang dapat diikuti:
Bersihkan area miss v secara lembut menggunakan sabun ringan dan air hangat. Setelah itu, keringkan dengan lembut dan pastikan benar-benar kering sebelum memulai.
Panaskan wax sesuai petunjuk pada kemasan hingga mencapai suhu yang dianjurkan. Uji terlebih dahulu pada area kecil kulit untuk memastikan wax tidak terlalu panas dan aman digunakan pada area sensitif.
Oleskan sedikit bedak talk pada area yang akan di-wax untuk membantu menyerap kelembapan dan minyak berlebih agar wax menempel pada rambut, bukan pada kulit.
Setelah wax dioleskan, tempelkan strip waxing dengan kuat pada area yang akan di-wax.
Tarik strip dengan cepat melawan arah pertumbuhan rambut menggunakan gerakan tegas agar rambut terangkat dari akarnya.
Risiko dan efek samping yang mungkin terjadi
Meski tergolong aman, waxing area intim tetap dapat menimbulkan efek samping sebagaimana waxing pada umumnya. Jika setelah melakukan waxing muncul reaksi yang tidak biasa atau terasa tidak nyaman, prosedur sebaiknya dihentikan dan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut.

