Penyerang Manchester United, Benjamin Sesko, menekankan pentingnya menjaga “rasa lapar” agar tetap tajam di setiap pertandingan. Pemain asal Slovenia itu mengatakan, seorang penyerang perlu membentuk pola pikir untuk terus berambisi mencetak gol, bahkan setelah sebelumnya berhasil menjebol gawang lawan.
“Karena sebagai manusia, kadang kala ketika sudah sering mencetak gol, sangat sulit mengembalikan rasa 'lapar' itu lagi,” ujar Sesko, dikutip dari laman Manchester United, Jumat.
Menurut Sesko, motivasi diri menjadi kunci bagi seorang striker untuk mempertahankan performa. Ia menilai pola pikir tersebut sebaiknya ditanamkan sejak dini. Ia juga mengaku kerap membagikan pandangannya ketika bertemu anak-anak atau saat berada di Slovenia untuk agenda tim nasional.
“Karena itulah, saat bertemu anak-anak, atau ketika saya berada di Slovenia untuk kepentingan timnas, saya selalu bertanya bermain di posisi apa. Kalau mereka striker, saya bilang: 'Setelah anda mencetak gol, kamu harus punya rasa lapar yang lebih besar di pertandingan berikutnya, bahkan lebih dari sebelumnya,'” tutur Sesko.
Sesko mengungkapkan, ia pernah mengalami fase ketika merasa terlalu santai usai mencetak gol. Kondisi itu, kata dia, membuatnya tidak tampil maksimal karena pikirannya masih tertinggal pada pertandingan sebelumnya.
“Dahulu saya seperti itu. Pemikiran santai itu membuat saya tidak maksimal pada laga berikutnya,” katanya.
Pemain berusia 22 tahun tersebut kini menjadi salah satu penyerang tertajam Manchester United di Liga Inggris musim 2025/2026. Sesko telah mencetak sembilan gol di liga, sama seperti Bryan Mbeumo. Tujuh dari sembilan golnya itu dicetak dalam 10 pertandingan terakhir Manchester United di kompetisi tersebut.
Secara keseluruhan pada musim 2025/2026, yang menjadi debutnya bersama Manchester United, Sesko telah mengoleksi 10 gol dan satu assist dari 28 pertandingan di semua kompetisi.

