BERITA TERKINI
Waspada Kurma Berlapis Sirup Gula, Kenali Ciri dan Cara Memilihnya Saat Ramadan

Waspada Kurma Berlapis Sirup Gula, Kenali Ciri dan Cara Memilihnya Saat Ramadan

Memasuki bulan Ramadan, kurma menjadi salah satu pilihan utama untuk takjil berbuka puasa maupun sahur. Buah asal Timur Tengah ini dikenal luas karena kandungan nutrisinya. Namun di tengah tingginya permintaan, beredar beragam jenis kurma dengan kualitas yang tidak selalu sama.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai konsumen adalah kurma yang ditambahkan pemanis buatan atau sirup gula (glukosa). Penambahan gula kerap dilakukan untuk menutupi kualitas kurma yang rendah, membuat tampilan lebih menarik, atau memperpanjang daya simpan. Bagi orang yang sedang menjalani diet atau memiliki diabetes, salah memilih kurma dapat berdampak pada kesehatan.

Kurma berkualitas rendah umumnya memiliki rasa yang kurang manis atau tekstur yang terlalu kering. Untuk meningkatkan nilai jual, ada praktik merendam atau menyemprotkan sirup glukosa ke permukaan kurma. Akibatnya, kurma tampak lebih mengilap, terasa sangat manis, dan bobotnya bisa bertambah karena menyerap cairan tersebut.

Cara membedakan kurma alami dan kurma yang ditambahkan gula

1. Perhatikan tampilan fisik
Kurma alami cenderung terlihat kusam atau keriput secara wajar. Jika muncul kilau, biasanya berasal dari lemak alami serat buah, bukan tampilan basah. Warna kurma alami juga tidak selalu seragam sempurna.
Sebaliknya, kurma yang ditambahkan gula umumnya tampak sangat mengilap seperti diolesi minyak atau sirup. Pada beberapa kasus, permukaannya terlihat basah atau “becek” meski berada pada suhu ruangan.

2. Rasakan teksturnya
Kurma alami saat ditekan terasa kenyal dan berserat, serta tidak meninggalkan rasa lengket berlebihan di tangan.
Kurma dengan tambahan gula cenderung lebih lengket. Kadang, gula yang mengering membentuk lapisan keras atau kristal di permukaan kulit.

3. Cicipi rasanya
Manis alami kurma biasanya legit dan lembut, tidak terasa “menyerang” tenggorokan, serta disertai aroma khas kurma yang bisa menyerupai karamel atau madu, tergantung jenisnya.
Pada kurma yang ditambahkan gula, sensasi manisnya lebih tajam dan cenderung seperti manisan buah, tanpa kedalaman aroma buah.

4. Amati daya tarik terhadap semut
Secara teori, buah manis memang menarik semut. Namun pada kurma alami, semut umumnya membutuhkan waktu untuk mengenali aroma manis dari dalam buah yang tertutup kulit. Sementara pada kurma berlapis gula, semut lebih cepat mengerubungi karena lapisan manis berada di permukaan.

Pilihan kurma dengan manis alami

Bagi konsumen yang ingin menghindari kurma yang dimanipulasi dengan gula, beberapa jenis kurma yang dikenal memiliki rasa manis alami antara lain:

Kurma Sukari: bertekstur sangat lembut, berwarna cokelat keemasan, dan memiliki manis yang lumer di mulut.
Kurma Medjool: berukuran besar, berdaging tebal, dengan rasa manis alami yang kuat seperti karamel.
Kurma Ajwa: tidak terlalu manis, bertekstur lebih padat, dan disebut tidak mudah dimanipulasi dengan gula.
Selain itu, ada jenis lain seperti Deglet Nour yang disebut memiliki tekstur “crunchy” lembut dengan manis alami.

Tips memilih dan menyimpan kurma

Konsumen disarankan memeriksa daftar komposisi pada kemasan. Jika tertulis “glucose” atau “syrup”, sebaiknya dihindari. Meski dikemas dalam kotak, kurma tetap melalui proses distribusi panjang dari kebun—yang sebagian besar berada di luar negeri—hingga sampai ke tangan konsumen.

Mencuci kurma sebentar dengan air mengalir dapat membantu menghilangkan debu, residu pestisida, atau serangga kecil yang mungkin terselip di lipatan kulit. Saat mencuci, disarankan membelah satu butir kurma untuk memastikan bagian dalam bersih dari kotoran hitam yang kadang ditemukan pada jenis tertentu. Namun, untuk kurma premium dengan label “Ready to Eat” atau “Pre-washed”, biasanya produk sudah melalui proses sterilisasi, seperti sinar UV atau pencucian industri.

Untuk penyimpanan, kurma—terutama jenis yang lebih basah seperti Sukari—disarankan disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas agar tetap segar dan teksturnya terjaga. Kurma juga sebaiknya dijauhkan dari suhu panas karena panas berlebih dapat membuat gula alaminya keluar ke permukaan dan tampak mengkristal seperti berpasir.