Pelaku usaha kuliner tradisional mulai memanfaatkan inovasi artificial intelligence (AI) untuk membantu operasional dan meningkatkan penjualan. Strategi ini salah satunya diterapkan oleh Warung Bude Pecel Khas Wonogiri melalui fitur Asisten AI GrabMerchant.
Pemilik Warung Bude Pecel Khas Wonogiri, Moris Suhendi, mengatakan fitur tersebut membantunya memahami berbagai informasi yang sebelumnya sulit dipelajari. Dari rekomendasi sistem, ia kemudian menghadirkan menu paket khusus bernama Duo Hemat.
“Fitur ini seperti kamus untuk GrabMerchant. Informasi yang sebelumnya sulit saya pahami sekarang bisa saya tanyakan dari A sampai Z,” kata Moris Suhendi dalam siaran pers kepada Marketeers, Sabtu (1/8/2026).
Menurut data yang disampaikan, penjualan menu paket baru itu mencatat lonjakan transaksi hingga 48,42%. Pertumbuhan tersebut disebut lebih tinggi dibanding penjualan porsi makanan secara satuan.
Warung Bude Pecel Khas Wonogiri merupakan UMKM keluarga yang telah beroperasi selama 28 tahun. Moris juga disebut pernah bekerja sebagai pengemudi ojek daring sejak 2019.
Di tingkat platform, fitur asisten cerdas ini tercatat memiliki tingkat kepuasan pengguna 96,1% dengan total interaksi mitra yang telah menembus satu juta kali. Grab Indonesia menyatakan mendorong pemanfaatan teknologi tersebut agar dapat diakses berbagai skala usaha.
“Kami ingin memastikan teknologi AI dapat dimanfaatkan secara inklusif oleh berbagai skala usaha, termasuk UMKM keluarga,” ujar Melinda Savitri, Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia.
Disebutkan pula, sebanyak 59,2% gerai pedagang di Indonesia saat ini aktif menggunakan fitur pintar tersebut. Dukungan teknologi diharapkan membantu pengelolaan bisnis skala kecil secara lebih terukur.
Perjalanan Warung Bude Pecel Khas Wonogiri bermula dari sang ibu, Sari, yang merintis usaha pada 1998 dengan berjualan pecel berkeliling kampung. Seiring waktu, peralihan ke pemasaran digital membuka jangkauan pasar yang lebih luas, dengan pemesanan harian kini bisa menjangkau pelanggan baru hingga wilayah Bintaro.
“Pelanggan yang sebelumnya tidak mengetahui usaha kami akhirnya bisa menemukan dan membeli menu kami,” tutur Moris.
Selain pemanfaatan fitur digital, warung ini juga disebut mengikuti program pembinaan mitra kuliner yang menyalurkan bantuan pendanaan modal usaha. Pemenang kompetisi bisnis tersebut memperoleh tambahan dana senilai Rp10 juta.
Dalam operasional harian, pengaturan jam buka-tutup toko juga dapat dilakukan melalui perintah singkat, sehingga pemilik tidak perlu mematikan menu secara manual setiap hari.