Sri Purwati, perempuan asal Cilacap, Jawa Tengah, membangun bisnis kuliner di Taipei, Taiwan, berangkat dari kebutuhan sederhana: mencari makanan halal dan masakan Indonesia yang mudah dijangkau. Dari pengalaman itu, ia melihat peluang sekaligus cara membantu warga Indonesia yang merindukan cita rasa Tanah Air.
“Saya ingin teman-teman yang sama seperti saya bisa dengan mudah mendapatkan makanan Indonesia. Kalau kita kangen makanan Indonesia, bisa datang ke sini,” ujar Sri.
Sebelum membuka kedai, Sri memulai usahanya secara daring. Ia menerima pesanan makanan dan mengantarkannya langsung kepada pelanggan. Dalam salah satu perjalanan mengantar pesanan, Sri menemukan lokasi yang dinilai cocok untuk membuka kedai. Usaha itu kemudian berkembang dari satu kedai menjadi empat Kedai Sri Rahayu di Taipei.
Menurut Sri, sekitar 70 persen pelanggannya merupakan orang Indonesia, sementara 30 persen lainnya warga Taiwan. Menu nasi liwet dan bakso disebut menjadi favorit yang banyak dipesan. Lokasi kedai yang berada di sekitar masjid juga membuatnya menjadi pilihan masyarakat Muslim dari berbagai negara. Untuk menjaga cita rasa Nusantara, sebagian bahan baku dan bumbu didatangkan dari Indonesia.
Setelah sekitar lima tahun menjalankan usaha, Sri menyebut omzet bisnis kulinernya berada di kisaran Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per hari. Dari hasil usahanya, ia mengaku bersyukur dapat mewujudkan kepemilikan rumah di kampung halaman. “Alhamdulillah, dari bisnis ini saya bisa bangun rumah di kampung,” kata Sri.
Perkembangan bisnis Sri turut mendapat perhatian Direktur Utama BRI Hery Gunardi yang mengunjungi Kedai Sri Rahayu di Taipei pada Sabtu (22/8/2026). Hery hadir bersama Direktur IT BRI Saladin Effendi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti. Dalam kesempatan itu, Hery berbincang dengan Sri mengenai perjalanan usahanya serta pengalamannya menjadi nasabah BRI Taipei. Hery juga mencicipi makanan yang disajikan dan menyampaikan komentarnya, “Makanannya enak.”
Sri tercatat menjadi nasabah BRI Taipei sejak 2025. Ia mengatakan layanan perbankan tersebut membantu transaksi keuangannya menjadi lebih lancar, cepat, dan mudah, terutama setelah menggunakan BRImo Taiwan untuk bertransaksi dan mengirim uang ke Indonesia. “Kapan pun mau kirim, tengah malam atau jam berapa, kita kirim,” ujarnya.
BRImo Taiwan merupakan layanan perbankan digital BRI yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah di Taiwan, khususnya masyarakat Indonesia yang memerlukan kemudahan transaksi dan pengiriman uang ke Tanah Air. Melalui layanan ini, transaksi dapat dilakukan lewat telepon genggam tanpa harus selalu datang ke kantor cabang.
Bagi Sri, fleksibilitas tersebut dinilai penting karena aktivitas mengelola empat kedai kerap berlangsung hingga malam hari. Ia menyebut, dalam setahun nilai pengiriman uangnya dapat mencapai sekitar NT$2 juta atau mendekati Rp 1 miliar, bergantung pada nilai tukar.
Kisah Sri menggambarkan perjalanan diaspora Indonesia di Taiwan yang berkembang dari pekerja migran menjadi pelaku usaha. Melalui bisnis kuliner, ia menghadirkan masakan Indonesia bagi masyarakat di Taipei sekaligus menjaga keterhubungan ekonomi dengan keluarga dan Tanah Air.