Warung Bude Pecel Khas Wonogiri adalah usaha kuliner keluarga yang telah berjalan selama 28 tahun. Usaha ini bermula dari Ibu Sari yang berjualan pecel keliling di Tangerang sejak 1998. Kini, bisnis tersebut diteruskan anaknya, Moris Suhendi, yang menjaga resep keluarga sekaligus mengembangkan usaha mengikuti perubahan zaman.
Transformasi digital Warung Bude mulai menguat ketika Moris bekerja sebagai pengemudi ojek online pada 2019. Pengalaman mengantar pesanan makanan mendorongnya mendaftarkan kedai pecel milik sang ibu ke layanan GrabFood pada 2021. Setelah bergabung, jangkauan pasar Warung Bude meluas, dengan pesanan datang dari area yang lebih jauh dibanding wilayah jualan lokal sebelumnya.
Perkembangan usaha kemudian didukung pemanfaatan fitur kecerdasan buatan Asisten AI GrabMerchant. Fitur ini membantu pengelolaan operasional harian, seperti pengaturan jam buka toko dan pembaruan ketersediaan menu, sehingga proses pembaruan dapat dilakukan lebih cepat tanpa pengaturan manual yang rumit.
Moris menilai teknologi AI dapat menjadi alat bantu praktis bagi pelaku usaha mikro, bukan hanya untuk bisnis berskala besar. Menurutnya, fitur tersebut mempermudah pemahaman data performa toko dan analisis finansial dalam bahasa yang lebih mudah dipahami. Dengan dukungan itu, ia dapat menghitung marjin keuntungan serta menyusun strategi promosi dengan lebih presisi saat harga bahan baku meningkat.
Salah satu strategi yang lahir dari analisis tersebut adalah penggabungan menu menjadi paket hemat untuk dua porsi. Sejak diluncurkan pada April 2026, penjualan paket hemat ini disebut meningkat 48,42% dibandingkan penjualan porsi tunggal.
Kisah Moris juga dikaitkan dengan kampanye “Temukan Jawaban untuk Apa Pun” yang diperkenalkan Grab Indonesia sejak pertengahan 2026. Program ini bertujuan mengenalkan AI sebagai perangkat kerja yang inklusif, ramah pengguna, dan relevan bagi pelaku UMKM. Disebutkan pula adanya respons pasar yang positif, tercermin dari tingginya interaksi merchant dengan fitur AI tersebut.
Saat ini, Moris mengelola operasional harian kedai bersama istrinya, dengan waktu puncak penjualan pada pagi hari dan akhir pekan. Di tengah aktivitas melayani pelanggan, ia terus menggunakan fitur AI untuk menyusun target jangka panjang dan merencanakan ekspansi usaha secara lebih terstruktur serta berbasis data.
Di sisi lain, Grab Indonesia menegaskan komitmennya mendukung modernisasi UMKM melalui akses teknologi yang setara. Melalui platform digital dan pendampingan fitur cerdas, pelaku usaha kecil dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan menjaga keberlanjutan bisnis di era digital.