BERITA TERKINI
Warong Nasi Pariaman, Warung Nasi Padang Tertua di Singapura, Akan Tutup Permanen pada 31 Januari 2026

Warong Nasi Pariaman, Warung Nasi Padang Tertua di Singapura, Akan Tutup Permanen pada 31 Januari 2026

Warong Nasi Pariaman, yang dikenal sebagai warung nasi padang tertua di Singapura, mengumumkan akan menutup operasionalnya secara permanen mulai 31 Januari 2026. Restoran di kawasan Kampong Glam itu telah berdiri sejak 1946 dan selama hampir delapan dekade menyajikan masakan khas Indonesia kepada pelanggan lintas generasi.

Pengumuman penutupan disampaikan melalui media sosial. “Terima kasih atas dukungan, cinta, dan kenangan manis Anda bersama kami selama ini,” tulis Warong Nasi Pariaman, seperti dikutip The Straits Times, Sabtu (24/1/2025).

Keberadaan Warong Nasi Pariaman selama ini kerap dipandang lebih dari sekadar tempat makan. Berdasarkan catatan Singapore Infopedia milik National Library Board, restoran tersebut diyakini sebagai warung nasi padang tertua di Singapura. Pada 2016, pemerintah Singapura juga menganugerahkan Heritage Heroes Awards kepada Warong Nasi Pariaman sebagai restoran bersejarah yang dinilai melestarikan kuliner tradisional.

Nama “Pariaman” diambil dari kota pesisir di Sumatera Barat. Dari sana, cita rasa yang dibawa para perintis warung ini hadir di Singapura pada masa pascaperang. Menu seperti rendang, gulai ayam, dan sambal pedas khas Minangkabau kemudian menjadi bagian dari keseharian masyarakat di Kampong Glam.

Hingga kini, pihak Warong Nasi Pariaman belum mengungkapkan alasan resmi di balik keputusan penutupan. The Straits Times melaporkan telah mencoba menghubungi manajemen restoran untuk meminta keterangan lebih lanjut, namun belum memperoleh respons.

Di sisi lain, di kalangan pelanggan dan pelaku usaha kuliner beredar dugaan bahwa lonjakan harga sewa menjadi salah satu faktor yang memberatkan. Mengutip CNA, biaya sewa kios di kawasan Kampong Glam dilaporkan meningkat tajam dari sekitar 3.000 dolar Singapura menjadi hampir 10.000 dolar Singapura dalam beberapa tahun terakhir.

Penutupan Warong Nasi Pariaman juga terjadi di tengah tekanan yang lebih luas pada industri makanan dan minuman di Singapura. Sepanjang 2025, rata-rata 307 kios makanan dan minuman dilaporkan tutup setiap bulan. Angka itu meningkat dibanding 2024 yang tercatat 254 kios per bulan, serta sekitar 230 kios per bulan pada periode 2022–2023.

Data tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi pelaku usaha kuliner, termasuk kenaikan biaya sewa, bahan baku, dan tenaga kerja. Kondisi ini membuat banyak usaha kecil kesulitan bertahan, termasuk yang telah beroperasi puluhan tahun.

Bagi pelanggan setia, penutupan Warong Nasi Pariaman berarti hilangnya ruang yang selama ini lekat dengan kenangan. Saat restoran itu menutup pintunya pada akhir Januari 2026, yang berakhir bukan hanya sebuah usaha kuliner, melainkan juga bagian dari jejak panjang kuliner Indonesia yang telah mengakar di Singapura selama 78 tahun.