Mengatur pengeluaran untuk kebutuhan makan harian menjadi tantangan bagi sebagian orang, terutama ketika harga bahan pangan disebut kian naik. Di tengah situasi itu, unggahan seorang warganet menarik perhatian setelah membagikan pengalaman memasak menu sehari dengan modal yang sangat minim.
Dalam unggahannya, warganet tersebut mengaku hanya mengeluarkan Rp8.500 untuk belanja bahan makanan. Ia merinci belanjaannya, mulai dari bayam Rp2.500 untuk tiga ikat, wortel Rp1.000, tomat Rp500, cabai Rp2.000, dan tempe Rp2.500. Sementara jagung disebut merupakan sisa yang tersimpan di kulkas. Ia juga menuliskan bahwa masih ada sisa uang Rp1.500.
Tidak hanya mencantumkan harga, ia turut memperlihatkan proses menyiapkan menu. Untuk sumber protein, tempe seharga Rp2.500 diolah menjadi tempe goreng. Sementara itu, ia memasak sayur bening dari bayam, wortel, dan jagung pipil dengan bumbu dapur sederhana seperti bawang merah, bawang putih, dan kencur. Dalam keterangannya, ia juga mengingatkan agar bahan-bahan dicuci sebelum dipotong dan dimasak.
Agar menu lebih lengkap, ia menyiapkan sambal sederhana dari cabai dan tomat yang dibelinya. Sambal tersebut dipadukan dengan bawang merah dan bawang putih. Ia menjelaskan, bahan sambal digoreng terlebih dahulu, lalu diberi gula, garam, dan penyedap.
Unggahan itu memunculkan beragam respons dari warganet. Sejumlah pengguna memuji idenya karena dinilai bisa menjadi inspirasi untuk tetap makan dengan menu sederhana tanpa biaya besar. Namun, ada pula yang menyoroti perbedaan harga bahan pangan di tiap daerah sehingga cara tersebut belum tentu dapat diterapkan di semua tempat.
Beberapa komentar menyinggung harga tomat dan bahan lain yang dinilai jauh lebih tinggi di kota tertentu. Ada pula yang menyatakan metode belanja hemat tersebut tidak berlaku di wilayahnya. Meski demikian, unggahan ini tetap memantik diskusi mengenai strategi mengatur belanja harian dan realitas perbedaan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah.

