BERITA TERKINI
Wamen Isyana: Stimulasi dan Gizi Sejak Kehamilan Jadi Fondasi Kecerdasan Anak

Wamen Isyana: Stimulasi dan Gizi Sejak Kehamilan Jadi Fondasi Kecerdasan Anak

Jakarta — Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menekankan bahwa stimulasi dan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan merupakan fondasi utama dalam membangun kecerdasan anak.

Dalam kegiatan Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) di Jakarta, Kamis, Isyana menyampaikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dimulai bahkan sebelum anak dilahirkan. Menurut dia, kecerdasan anak tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak dalam kandungan.

“Kecerdasan anak tidak lahir dari ruang kosong, tetapi dari tubuh ibu yang sehat dan kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik,” ujar Isyana.

Ia menjelaskan, sejumlah nutrisi penting seperti asam folat, zat besi, dan omega-3 berperan besar dalam pembentukan sel-sel otak janin. Kekurangan gizi selama kehamilan, lanjutnya, berpotensi menimbulkan gangguan tumbuh kembang dengan dampak jangka panjang yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Selain gizi, Isyana juga menyoroti pentingnya kondisi psikologis dan emosional ibu hamil. Ibu yang merasa tenang, aman, dan mendapat dukungan dinilai dapat menciptakan lingkungan biologis yang lebih kondusif bagi perkembangan otak janin. Dalam hal ini, ia menilai peran ayah menjadi krusial.

“Kehadiran ayah sejak masa kehamilan sangat penting. Pengasuhan adalah kerja bersama antara ayah dan ibu, bukan tugas salah satu pihak saja,” katanya.

Isyana menambahkan, stimulasi sejak dini perlu berlanjut setelah anak lahir. Anak membutuhkan interaksi yang hangat, responsif, dan konsisten dari orang tua untuk membentuk kecerdasan kognitif, emosional, dan sosial.

“Yang paling menentukan bukan metode yang mahal atau canggih, melainkan kehadiran orang tua yang tulus dan berkelanjutan,” tuturnya.

Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan dan pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama.