BERITA TERKINI
Wali Kota Ambon Resmikan Sarang Kawalinya, Dorong Kuliner Lokal Perkuat Ekonomi Daerah

Wali Kota Ambon Resmikan Sarang Kawalinya, Dorong Kuliner Lokal Perkuat Ekonomi Daerah

AMBON — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena meresmikan Sarang Kawalinya Cafe & Resto di Negeri Rumah Tiga, Kota Ambon, Selasa (18/8/2026). Peresmian ini disebut menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan usaha kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kota Ambon.

Pemerintah Kota Ambon menyatakan mendukung hadirnya Sarang Kawalinya. Kehadiran usaha tersebut dinilai tidak hanya menambah pilihan tempat makan, tetapi juga diharapkan ikut menggerakkan ekonomi daerah serta memperkenalkan kekayaan kuliner khas Maluku.

Acara grand opening dihadiri Sekretaris Daerah Kota Ambon, pimpinan organisasi perangkat daerah, perwakilan perbankan, instansi vertikal, lembaga jasa keuangan, tokoh agama, pengusaha, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, keluarga besar pemilik usaha, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Bodewin menyampaikan bahwa peresmian Sarang Kawalinya menjadi pertanda aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Ambon terus bergerak, tumbuh, dan berkembang. Ia menekankan sektor jasa, perdagangan, UMKM, pariwisata, dan kuliner memiliki posisi penting dalam perekonomian kota.

Menurutnya, Ambon tidak memiliki sumber daya alam melimpah yang dapat dikembangkan menjadi industri berskala besar seperti sejumlah daerah lain. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan, termasuk industri kuliner sebagai salah satu kekuatan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan dukungan kepada pemilik usaha, Gio, dan keluarga atas hadirnya Sarang Kawalinya.

Bodewin juga menyoroti penggunaan nama “Kawalinya” sebagai identitas usaha. Kawalinya merupakan ikan selar yang dikenal sebagai salah satu kekayaan hasil laut Maluku dan dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Ia berharap Sarang Kawalinya tidak hanya menghadirkan makanan, tetapi juga mampu mengangkat kekayaan laut, budaya, dan identitas lokal Maluku.

Ia menilai menu berbahan dasar kawalinya maupun kuliner khas Maluku lainnya dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Ambon. Menurut Bodewin, wisatawan tidak hanya mencari tempat makan, tetapi juga pengalaman yang khas dan tidak mudah ditemukan di daerah lain.

Dalam kesempatan yang sama, Bodewin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Ambon untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia mengatakan pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi pengusaha dan investor untuk menanamkan modal serta mengembangkan usaha di Kota Ambon, disertai komitmen mempercepat pelayanan dan pengurusan perizinan agar mudah, transparan, serta tidak dibebani pungutan di luar ketentuan.

Namun, ia mengingatkan pertumbuhan usaha perlu dibarengi dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan kota. Menurutnya, perkembangan restoran, kafe, dan sektor pariwisata harus berjalan seiring dengan kesadaran bersama menjaga lingkungan. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga Ambon, termasuk kebersihan, keamanan, dan kenyamanan.

Bodewin berharap Sarang Kawalinya Cafe & Resto dapat berkembang dan memberi manfaat lebih luas, termasuk membuka lapangan kerja serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan UMKM di Kota Ambon. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemilik usaha beserta keluarga dan seluruh karyawan.

Sementara itu, CEO Sarang Kawalinya Cafe & Resto Gregorio Linusa mengatakan usaha tersebut lahir dari kecintaan terhadap kekayaan rasa Maluku. Ia menyebut ikan kawalinya menjadi inspirasi utama dalam membangun konsep Sarang Kawalinya.

Gregorio berharap tempat itu dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersantai, berbincang, menikmati kopi, berkumpul bersama keluarga dan sahabat, hingga menjadi ruang untuk membangun ide dan kreativitas. Ia juga menyampaikan harapan agar Sarang Kawalinya dapat menjadi “rumah kedua” bagi masyarakat, sekaligus terus berkembang sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi dan UMKM di Kota Ambon serta ikut memperkenalkan kuliner Maluku kepada khalayak yang lebih luas.