MARTAPURA – Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan melalui ajang olahan kuliner. Pemerintah Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Dekranasda serta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) menggelar Lomba Kue Tradisional Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Aula Dinas Pendidikan, Senin (24/8/2026) pagi.
Kegiatan tahunan ini dirancang untuk mengasah keterampilan para ibu dan kader daerah dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang lezat dan bernilai ekonomi, sekaligus diharapkan dapat menopang kesejahteraan keluarga. Peserta juga didorong untuk menghasilkan olahan pangan berkualitas tanpa bahan pengawet.
Saat membuka kegiatan, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas menekankan pentingnya inovasi kuliner praktis yang berbasis bahan lokal. Menurutnya, salah satu upaya melestarikan kuliner tradisional Banjar dapat dilakukan melalui lomba membuat ayam goreng frozen food.
“Untuk melestarikan kuliner tradisional Banjar yang berbahan dasar lokal, salah satunya melalui lomba membuat ayam goreng frozen food. Ini merupakan masakan sederhana yang bisa dihidangkan saat sahur di bulan Ramadan,” ujar Nurgita.
Nurgita menambahkan, kompetisi ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antarorganisasi perempuan di Kabupaten Banjar. “Semoga kegiatan hari ini mempererat silaturahmi dan kebersamaan kita, menumbuhkan ekonomi kreatif serta memberikan peluang kepada perempuan-perempuan Kabupaten Banjar untuk saling mengedukasi satu sama lain,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar H Irwan Jaya melalui Kepala Bidang Kebudayaan Muhammad Syahid menyebut kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan untuk menjaga tradisi daerah. “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Disbudporapar yang bertujuan melestarikan budaya Banjar, khususnya makanan khas dan kue tradisional Banjar,” jelas Syahid.
Ajang ini diikuti 36 kontingen yang terdiri dari 28 SKPD, empat perusahaan daerah, dan empat unit Forkopimda. Para peserta berkompetisi dalam empat kategori, yakni asinan ragam buah lokal, kreasi puding ragam buah Indonesia, nasi goreng selimut, serta ayam goreng frozen food.