BERITA TERKINI
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Soroti Sepinya Pasar Cikurubuk, Siap Bahas dengan Dinas dan Pelaku Pasar

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Soroti Sepinya Pasar Cikurubuk, Siap Bahas dengan Dinas dan Pelaku Pasar

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, menyoroti kondisi Pasar Cikurubuk yang dinilai kian sepi dan kalah bersaing dengan pasar modern maupun belanja online. Ia menyatakan tidak ingin pasar terbesar di Kota Tasikmalaya itu mengalami penurunan aktivitas hingga berujung “mati suri” dan ditinggalkan pengunjung maupun pedagang.

Menurut Diky, perubahan pola belanja masyarakat menuntut pasar tradisional untuk mulai menyesuaikan diri. Selain persaingan, ia juga menyinggung faktor fasilitas penunjang seperti kondisi jalan dan drainase yang disebut menjadi pemicu berkurangnya pengunjung, khususnya di blok B-2 yang ditempati pedagang pakaian, sandal, dan sepatu.

Diky turut menyoroti aspek promosi yang dinilai masih lemah, meski Pasar Cikurubuk memiliki potensi besar, terutama di wilayah Priangan. Ia menyebut aktivitas perdagangan di pasar tersebut saat ini banyak didominasi agen, sehingga diperlukan strategi promosi yang lebih terarah dan berkelanjutan agar pasar kembali ramai.

Pernyataan itu disampaikan Diky saat ditemui usai menghadiri kegiatan beberesih di aliran Sungai Cihideung pada Minggu (18/1/2026). Namun, ia menegaskan pandangannya masih berupa masukan pribadi dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah.

Ia mengatakan, pembahasan perlu dilakukan bersama para pelaku pasar. Diky membuka kemungkinan adanya persoalan lain yang perlu didudukkan bersama, termasuk keberatan terkait retribusi atau isu lainnya.

Diky menilai pedagang membutuhkan solusi cepat, tetapi pemerintah tetap harus berjalan seiring dalam pembenahan infrastruktur, peningkatan kenyamanan pasar, serta penyesuaian kebijakan. Ia mengaku telah menyampaikan kondisi tersebut kepada jajaran internal pemerintah daerah agar disusun kajian sebagai bahan diskusi.

“Ketika sudah diskusi, bisa terlihat langkah apa saja ke depan, supaya pasar terbesar kelas A tetap eksis dan berkembang,” ujarnya.