Palembang — Pengusaha kuliner Wahyu Nugroho membuka peluang kemitraan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha di bidang makanan. Pernyataan itu disampaikan Wahyu saat siaran program Teras UMKM-Lokak Kito di Pro 4 RRI Palembang, Senin, 19 Januari 2026.
Wahyu yang dikenal sebagai pemilik Pecel Lele dan Seafood Mamat serta Bakoel Djono menyatakan tengah mencari mitra dengan visi yang sejalan. Menurutnya, skema kemitraan yang ditawarkan lebih fleksibel dibandingkan waralaba konvensional.
Ia menilai bisnis dapat menjadi bekal untuk masa pensiun yang tetap produktif. Dalam kerja sama ini, Wahyu menawarkan transparansi penuh, termasuk laporan keuangan usaha yang diberikan secara rutin kepada mitra. Ia menegaskan mitra berperan sebagai investor aktif yang memegang kendali.
Wahyu menyebut skema tersebut dapat menjadi pilihan bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pensiunan yang ingin memulai usaha. Untuk pembukaan cabang baru, modal awal kemitraan ditaksir sekitar Rp300 juta. Namun, kebutuhan biaya bisa lebih ringan apabila mitra telah memiliki properti sendiri, seperti tanah atau ruko.
Dalam operasionalnya, Wahyu menyatakan resep dan standar kualitas akan tetap dikelola oleh pusat guna menjaga identitas merek agar tidak berubah di tangan mitra.
Adapun syarat utama untuk bergabung, kata dia, adalah komitmen pada transparansi serta ketersediaan lokasi usaha yang strategis. Wahyu juga menyatakan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun yang serius memulai bisnis kuliner.
Ia optimistis konsep usaha yang mengandalkan menu rahang tuna bakar dan sate bebek masih akan diminati pasar. Menurutnya, kemitraan ini juga dapat menjadi solusi bagi calon pelaku usaha yang belum memiliki konsep bisnis yang matang.

