Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu menghadirkan menu yang bervariasi agar anak tidak cepat bosan dan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi. Pendengar Pro 1, Ratih, mengatakan anak cenderung lebih penasaran dan tertarik makan ketika menu yang diberikan tidak monoton.
“Kalau menunya berbeda-beda, anak biasanya lebih penasaran dan tidak cepat bosan. Yang penting tetap sehat dan gizinya sesuai kebutuhan mereka,” ujar Ratih.
Nutrisionis Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Desi Yanti, menegaskan variasi menu merupakan hal penting untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sekaligus meningkatkan minat anak mengonsumsi makanan yang disediakan. Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Interaktif MBG di Pro 1 RRI Sungailiat, Sabtu, 26 September 2026.
“Menu anak sebaiknya bervariasi, sehingga kebutuhan gizinya bisa terpenuhi dari berbagai jenis makanan. Selain nilai gizinya, kita juga perlu memperhatikan apakah makanan tersebut disukai anak dan bisa dihabiskan,” kata Desi.
Menurut Desi, keberagaman makanan diperlukan karena tidak ada satu jenis bahan makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan zat gizi tubuh. Karena itu, menu perlu disusun seimbang yang mencakup sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Ia menambahkan, sumber protein tidak harus selalu berasal dari satu jenis lauk. Protein dapat diberikan melalui ikan, telur, ayam, daging, tahu, tempe, maupun kacang-kacangan.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional menyebut menu MBG disusun berdasarkan standar Angka Kecukupan Gizi dengan memperhatikan keseimbangan zat gizi makro dan mikro. Contoh menu dalam petunjuk teknis juga dapat disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal serta menu kearifan lokal.