BERITA TERKINI
Usaha Arinta Berawal dari Masa Pensiun, Kini Masuk Pusat Oleh-oleh di Surabaya

Usaha Arinta Berawal dari Masa Pensiun, Kini Masuk Pusat Oleh-oleh di Surabaya

Masa pensiun yang bertepatan dengan merebaknya pandemi COVID-19 pada 2021 menjadi titik awal Ari Nuryanti untuk memulai usaha kuliner rumahan. Dengan brand Arinta, ia mengembangkan berbagai produk camilan dan makanan olahan, mulai dari Stik Keju, Stik Bawang, Sambal Pecel, hingga Kue Lumpur Kentang.

Perjalanan Ari membangun usaha tidak langsung mulus. Pada awalnya, ia sempat berjualan Lontong Tahu Kecap khas Kediri dengan memanfaatkan stan milik orang tuanya. Namun, ketika rumah orang tuanya akan dikontrakkan, ia harus mencari cara agar tetap bisa berjualan tanpa bergantung pada tempat fisik. Dari situ, Ari mengalihkan fokus ke produk yang lebih tahan lama dan memungkinkan dipasarkan secara online maupun dititipkan.

Di tengah persaingan usaha kuliner di Surabaya, Ari berupaya menghadirkan nilai tambah dengan menawarkan menu yang dinilai unik dan belum banyak ditemui. Dengan memanfaatkan resep warisan dan dorongan untuk terus berinovasi, ia memilih mengembangkan jajanan tradisional Kue Lumpur Kentang dengan formulasi rasa yang dipertahankan otentik.

Ari menuturkan, awalnya ia memproduksi stik keju, mengikuti bazar, dan membuka pesanan hingga produknya mulai dikenal. Ia kemudian belajar membuat kue lumpur dari ibu mertuanya, yang terbiasa membuat kue. Seiring waktu, produk Arinta bertambah, termasuk stik bawang dan sambal pecel. Hal itu disampaikan Ari dalam acara Obrolan UMKM Pro 4 RRI Surabaya pada Sabtu, 26 September 2026.

Menurut Ari, pembuatan Kue Lumpur Kentang membutuhkan keterampilan dan ketelitian, terutama dalam pengaturan waktu dan suhu. Proses memasak memakan waktu sekitar 30 menit dengan api yang harus presisi. Jika terlalu lama, adonan bagian atas dapat amblas, sedangkan jika terlalu cepat, bagian dalamnya belum matang sempurna. Ia menyebut, konsistensi rasa dan tekstur membuat kue tersebut diminati berbagai kalangan, termasuk anak muda.

Untuk menjaga kualitas dan kesegaran, Kue Lumpur Kentang diproduksi berdasarkan pesanan atau sistem pre-order tanpa stok mengendap. Sementara itu, produk renyah seperti Stik Keju dijual seharga Rp20.000 dan Stik Bawang Rp15.000. Produk stik Arinta kini dipasarkan di sejumlah lokasi, antara lain Surabaya Kriya Gallery (SKG) Dekranasda Siola, Dekranasda Jawa Timur di Juanda, serta Hotel Grand Inna Tunjungan.

Ari juga menilai perkembangan usahanya terbantu oleh kelengkapan legalitas dan pembenahan kemasan. Dengan pendampingan bank mitra dan Dinas Koperasi, ia telah mengantongi sertifikasi Halal, izin PIRT, serta hak merek resmi. Ia juga berkolaborasi dalam pendampingan desain kemasan bersama mahasiswa UK Petra Surabaya, yang disebut berdampak pada citra produk di mata konsumen.

Setelah kemasan dibuat lebih menarik dan premium, Ari merasakan perbedaan penerimaan pasar. Produk Arinta dinilai lebih mampu bersaing dengan produk pabrikan skala besar dan diminati sebagai buah tangan atau oleh-oleh khas Surabaya. Bagi masyarakat yang ingin memesan langsung, rumah produksi Arinta beralamat di Setro Arum Utara 9 No. 47, Surabaya.