Sekolah dinilai menjadi landasan penting untuk pelaksanaan intervensi gizi pada anak. Hal ini mengemuka dalam lokakarya bertema “Gizi Sekolah – Dari Kebijakan hingga Program Intervensi” yang membahas tantangan gizi anak usia sekolah dan kebutuhan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Nguyen Duy Son dari Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Vietnam menyampaikan proyeksi bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun pertama ketika jumlah anak usia sekolah yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas secara global melampaui jumlah anak yang kekurangan berat badan. Saat ini, sekitar 391 juta anak berusia 5–19 tahun tercatat mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Situasi serupa juga terlihat di Vietnam. UNICEF mencatat satu dari lima anak berusia 5–19 tahun di negara itu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Di sisi lain, persoalan kekurangan gizi masih menjadi perhatian. Meski angka stunting di Vietnam disebut telah menurun signifikan dalam 20 tahun terakhir, tingkatnya masih tinggi dan dinilai dapat menimbulkan dampak jangka panjang, termasuk pada kesehatan, kondisi psikologis, serta prestasi akademik anak.
Temuan tersebut menegaskan bahwa program gizi di lingkungan sekolah perlu dilihat secara holistik, dengan mempertimbangkan berbagai bentuk masalah gizi yang dapat terjadi bersamaan, mulai dari kekurangan gizi hingga kelebihan berat badan dan obesitas.

