SURAKARTA—Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, gangguan kolesterol, dan hiperurisemia kian menjadi perhatian. Pencegahan dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan berkala, pemantauan status gizi, serta penerapan pola makan sehat dan seimbang.
Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) di wilayah Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah (PCA/PRA) Kartasura. Kegiatan ini mengusung tema “Pemantauan Status Gizi dan Edukasi Gizi Seimbang dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Pimpinan Cabang dan Ranting Aisyiyah Kartasura”.
Ketua program, Muwakhidah, SKM., M.Kes, Epid., dosen Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS, menyampaikan program tersebut berkolaborasi dengan dosen Fakultas Ilmu Kedokteran dan Fakultas Ilmu Kesehatan UMS. Kegiatan berlangsung pada Juni hingga September 2026.
“Program ini dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, serta kader Aisyiyah. Peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta pengukuran status dan komposisi tubuh (lemak tubuh),” kata Muwakhidah, Senin (5/10/2026).
Mitra pengabdian meliputi Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) yang diketuai W.L. Hakimah, S.Ag., M.Pd., Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Gonilan yang diketuai Dra. Sri Utami Andayaningsih, serta PRA Ngadirejo yang diketuai Dr. Dwi Haryanti, M.Hum.
Hasil pemeriksaan menunjukkan variasi kondisi kesehatan peserta. Rerata tekanan darah tercatat 135,85/82,16 mmHg, gula darah 126,69 mg/dL, kolesterol 209,9 mg/dL, dan asam urat 6,03 mg/dL.
Pada anggota dari Gonilan, ditemukan tekanan darah kategori hipertensi lebih dari 40 persen. Kadar kolesterol di atas 200 mg/dL tercatat lebih dari 50 persen, serta kadar asam urat melebihi 6 mg/dL. Pemeriksaan gula darah juga menunjukkan adanya peserta dengan nilai yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Data pemeriksaan PRA Ngadirejo memperlihatkan kondisi serupa, termasuk ditemukannya beberapa peserta dengan tekanan darah tinggi serta kadar gula darah maupun kolesterol yang meningkat. Dari sisi status gizi dan lemak tubuh—meliputi body fat, visceral fat, subkutan fat, dan body age—sebagian peserta masuk kategori overweight dan obesitas.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa faktor risiko PTM dapat ditemukan di masyarakat meski seseorang belum merasakan keluhan. Karena itu, skrining diposisikan sebagai deteksi awal agar peserta memahami kondisi kesehatannya dan melakukan tindak lanjut pencegahan.
Selain pemeriksaan, program P2M juga memberikan edukasi gizi seimbang melalui poster dan leaflet. Materi mencakup pemilihan makanan, pengaturan porsi, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, pembahasan makanan ultra processed food (UPF), peningkatan konsumsi sayur dan buah, serta pentingnya aktivitas fisik.
“Program ini sekaligus memperkuat peran Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah kesehatan berbasis masyarakat. Kader dan anggota diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Dwi Haryanti.
Sebagai tindak lanjut, peralatan cek kesehatan diserahkan kepada pihak PRA agar dapat digunakan secara berkelanjutan bersamaan dengan kegiatan kajian di PRA. Melalui skrining dan edukasi ini, UMS berharap masyarakat Kartasura semakin sadar bahwa pencegahan PTM dapat dimulai dari langkah sederhana: mengetahui kondisi tubuh, mengenali faktor risiko, memperbaiki pola makan, aktif bergerak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.