BERITA TERKINI
UMLA dan Umsida Kembangkan Kebun Gizi Keluarga untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Cegah Stunting di Lamongan

UMLA dan Umsida Kembangkan Kebun Gizi Keluarga untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Cegah Stunting di Lamongan

Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengembangkan program kebun gizi keluarga sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mencegah stunting di wilayah Lamongan, Jawa Timur.

Ketua tim pelaksana program, Dr. Umi Khoirun Nisak, menyampaikan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak sebelum kehamilan. Menurutnya, langkah tersebut dapat dilakukan melalui pembentukan generasi remaja yang sehat serta keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri.

“Remaja yang memiliki pemahaman mengenai kesehatan, gizi, dan pola konsumsi yang baik diharapkan lebih siap menjadi generasi dewasa dan calon orang tua yang sehat,” ujar Umi saat kegiatan edukasi kesehatan remaja dan pendampingan keluarga melalui pengembangan kebun gizi di Desa Balungtawun, Kabupaten Lamongan, Minggu.

Kegiatan itu diikuti sekitar 40 remaja dan turut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN-P) Umsida. Para mahasiswa mendampingi peserta dalam edukasi gizi hingga pengembangan kebun gizi di lingkungan warga.

Selain penyuluhan kesehatan, tim bersama kader masyarakat juga membagikan bibit tanaman, seperti terong dan sawi, untuk ditanam di pekarangan rumah. Bibit tersebut diharapkan menjadi sumber pangan bergizi bagi keluarga.

Umi menjelaskan, program ini menghubungkan tiga aspek utama, yakni kesehatan remaja, pemberdayaan keluarga, dan ketahanan pangan keluarga. Dalam pelaksanaannya, kader masyarakat berperan sebagai penggerak agar program dapat berkelanjutan di tingkat desa.

Program pemberdayaan masyarakat di Desa Balungtawun disebut telah memasuki tahun kedua dan dijalankan secara rutin setiap bulan. Sasaran kegiatan meliputi remaja, ibu-ibu PKK, orang tua remaja, serta kader masyarakat.

Program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Tahun 2026. Tim pelaksana terdiri atas Dr. Umi Khoirun Nisak, Rizal Yulianto, dan Dr. Alfan Rosid dari Umsida, serta Sylvi Harmiadilah dari UMLA.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lamongan, prevalensi stunting di daerah itu menurun dari 27,05 persen pada 2022 menjadi 9,4 persen pada 2023, lalu turun lagi menjadi 6,9 persen pada 2024. Pemerintah Kabupaten Lamongan menargetkan prevalensi sekitar 4,06 persen sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting menuju 2026.